oleh

Petrus Blakblakan Soal Provokator Pilkada: Mereka tak Mau Terima Kekalahan

BINTUNI, linkpapua.com – Petrus Kasihiw, Bupati Teluk Bintuni terpilih bertemu simpatisan di posko induk pemenangan PMK2, Kampung Idhut, Kamis (6/5/2021). Di hadapan pendukungnya, Petrus menyindir sekelompok orang yang terus menyulut situasi karena tidak puas dengan hasil pilkada.

“Mereka ini orang-orang yang gagal paham. Mereka ngakunya orang pintar. Bahkan punya titel berjejer. Tapi ternyata kualitasnya cuma sampai di situ. Mereka hanya bisanya memprovokasi rakyat,” beber Petrus.

Petrus menyampaikan hal itu untuk menumpahkan kekesalan atas aksi unjuk rasa sekelompok orang yang memprotes hasil Pilkada Teluk Bintuni. Padahal Pilkada Teluk Bintuni sudah selesai.

Mahkamah Konstitusi menyatakan pasangan Petrus Kasihiw-Matret Kokop sebagai pemenang. Petrus-Matret adalah pasangan incumbent.

Hanya saja aksi protes terus dilancarkan untuk kemenangan Petrus-Matret. Petrus menilai para pemrotes itu adalah orang-orang yang sengaja ingin mengacaukan situasi di masyarakat.

“Mereka adalah para provokator yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Teluk Bintuni. Kita sudah mengimbau jangan ada demo, pawai. Saya akan melawan para provakotor yang bikin masyarakat saling bermusuhan,” ketus Petrus.

Petrus menyatakan para provokator politik itu menggerakkan demonstran hanya bermodal uang recehan. Mereka punya tujuan untuk mengacaukan stabilitas keamanan di masyarakat.

“Mereka sengaja ingin bikin rakyat bermusuhan satu sama lain,” katanya.

Soal hasil Pilkada Teluk Bintuni, Petrus menegaskan KPU tidak mungkin meralat pemenang pilkada. Proses politik seluruhnya sudah selesai dan telah terpilih pasangan yang sah secara konstitusional.

“Sudah selesai. Petrus-Matret pemenangnya. Itu pilihan rakyat. Dan telah disahkan oleh semua lembaga berwenang,” ucapnya.

Adapun aksi protes yang muncul hanya dari orang-orang ini tidak pernah puas. Mereka tidak pernah mau menerima kekalahan.

“Padahal waktu kita mau maju sudah tanda tangan kesepakatan menang kalah damai. Ternyata kan ada yang tidak terima keputusan MK. Kalau saya yang kalah saya hormat keluar dengan cara santun itu yang saya lakukan pada tahun 2010,” katanya.

Menurutnya, perjuangan di MK sudah selesai. MK sebagai lembaga tertinggi yang diberikan tugas oleh negara untuk memutuskan hasil pilkada telah memutuskan pemenang.

“Ini sudah final. Proses sudah kelar.
MK sudah memberikan keputusan serta menyampaikan kepada KPU sebagai penyelanggara. Pleno memutuskan bupati dan wakil bupati terpilih hasil pilkada 2020-2024. Juga sudah disampakan ke DPR serta DPRD. Ini juga sudah pleno, DPR pun sudah menyampaikan kepada Gubernur. Gubernur pun sudah melanjutkan ke Mendagri untuk menunggu SK. Dan sekarang SK sudah ada. Jadi apa lagi. Semua sudah selesai,” jelas Petrus.

Ia menjelaskan, sekarang tinggal selangkah lagi. Yakni menunggu pelantikan. Kalau ada yang coba mengacaukan proses itu, Petrus berjanji akan menempuh jalur hukum.

“Kami akan menggugat oknum-oknum yang menjadi provokator di Teluk Bintuni. Saya mengutuk oknum-oknum yang berusaha bikin resah. Saya akan lawan mereka,” tandasnya.

Petrus juga meminta agar pihak pihak yang coba menyudutkannya dengan isu korupsi agar membuktikannya.

“Kalau ada yang menuduh saya korupsi buktikan. Jangan cuma berkoar di sosmed, kalau tidak bisa buktikan saya akan tuntut mereka kembali,” ucapnya.

Karena itu Petrus mengajak semua elemen bersatu menjaga Bintuni. Menurutnya, persatuan akan mengalahkan para provokator.

“Mereka para provokator hanya krikil kecil. Kita tidak boleh terlarut. Langkahi, lewati saja kerikil itu tidak usah didengar. Kita harus tetap bersatu saya masih di kasih kepercayaan untuk membangun daerah tanah Sisar Matiti lebih baik lagi,” imbuhnya. (LP5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini