Rabu, Desember 7, 2022
25.4 C
Manokwari
25.4 C
Manokwari
Rabu, Desember 7, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Kapolri Ingatkan Soal Ideologi Pancasila Hadapi Pemilu 2024

JAKARTA, Linkpapua.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh pihak agar tetap berpegang pada ideologi Pancasila demi menghindari polarisasi yang bisa memecah belah bangsa, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024.

Sigit menyampaikan hal itu pada peresmian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

“Saya hanya ingatkan yang namanya persatuan dan kesatuan kita adalah sila ketiga dari Pancasila sehingga ketika kita bicara politik bangsa, maka politik yang harus kita sampaikan pada masyarakat adalah politik dan ideologi Pancasila,” kata Sigit.

Deretan tokoh dan pejabat hadir pada kesempatan ini, seperti Menpora Zainudin Amali, Ketua MPR Bambang Soesatyo, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sigit berpesan, dengan penyampaian politik dan ideologi Pancasila, perpecahan masyarakat Indonesia pun bisa dihindari.

Baca juga:  Gelar Prarekonstruksi di TKP Kasus Brigadir J, Polri Pastikan Komitmen Pembuktian Ilmiah
Baca juga:  Rapat Koordinasi PKS Papua Barat, Siapkan Spirit Menangkan Pemilu 2024

“Dengan demikian, kita bisa mengindari perpecahan, kita bisa menghindari terjadinya polarisasi karena ke depan yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan. Jadi, pada kesempatan ini saya tentunya mengingatkan di tahun 2024 ini para pemimpin calon pemimpin nasional dari masing-masing partai ada yang calon presiden,” terangnya.

Sigit berujar, persatuan dan kesatuan penting pada helatan Pemilu 2024. Pasalnya, pada Pemilu 2019, tak sedikit orang yang larut dengan kondisi pemenangan terhadap calonnya masing-masing.

“Sehingga kemudian kita menggunakan cara-cara yang kita rasakan sampai saat ini menjadi salah satu sumber perpecahan, memanfaatkan menggunakan politik-politik Identitas,” ucapnya. (*/Red)

Sumber: Sindonews.com

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here