25.9 C
Manokwari
Selasa, April 16, 2024
25.9 C
Manokwari
More

    Festival Suling Tambur Raja Ampat Catat Rekor MuRI

    Published on

    RAJA AMPAT, LinkPapua.com – Festival Suling Tambur V yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), 25-26 November 2022, tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) sebagai Festival Suling Tambur dengan Grup Terbanyak.

    Hal ini ditandai dengan diberikannya piagam MuRI sebagai Festival Suling Tambur dengan Grup Terbanyak kepada Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, dan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, pada penutupan Festival Suling Tambur di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Waisai, Sabtu (26/11/2022).

    Baca juga:  Bupati Manokwari Letakkan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Kampung Udapi Hilir

    Pemkab Raja Ampat memang masif melakukan berbagai upaya melestarikan seni budaya suling tambur, salah satunya lewat Festival Suling Tambur. Festival ini secara konsisten dilaksanakan tiap tahun dan akan dijadikan kalender event pariwisata.

    Festival ini diprakarsai Abdul Faris Umlati sejak memimpin Raja Ampat pada 2016 silam. Sejak saat itu, festival dilaksanakan pertama kali pada 2017 di Waisai, 2018 di Kabare, 2019 di Paam, 2021 di Wejim, dan 2022 kembali ke kota Waisai. Pada 2020 tidak dilaksanakan karena adanya pandemi Covid-19.

    Baca juga:  May Day di Raja Ampat, Semangati Perjuangan Buruh dengan Panggung Hiburan

    Sebanyak 25 grup ambil bagian selama gelaran Festival Suling Tambur kali ini. Selain itu, berbagai kerajinan tangan juga dipamerkan, seperti busana terbuat dari kulit kayu, daun sagu, kulit gamutu, kain dada, aksesori kekayaan alam flora dan fauna, serta kreasi gambar dan ukiran.

    Tak hanya busana dan aksesori, keikutsertaan anak-anak pelajar dari mulai tingkat SD, SMP, SMK/SMA memberikan makna tersendiri bagi kelangsungan seni budaya suling tambur di Raja Ampat. Terlebih di tengah derasnya arus informasi dan teknologi sekarang ini.

    Baca juga:  Kapolresta Manokwari Ultimatum Oknum Pelaku Pembawa Bendera Bintang Kejora Serahkan Diri

    Para pelajar yang mengikuti festival adalah SD YPK Meosbekwan, SD YPK Saporken, SMP Negeri 24 Abidon, serta SMA Negeri 1 dan SMK YPK Bukit Zaitun.

    Panitia juga mencatat terjadi perkembangan grup suling tambur pada tiap distrik. Distrik Waisai Kota mengirim tujuh grup, yakni Kelurahan Warmasen, Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, serta SMA Negeri 1 dan SMK YPK Bukit Zaitun. (LP6/Red)

    Latest articles

    Peduli Bencana Longsor Palangka dan Pangra’ta, Ikatan Pemuda-Mahasiswa Toraja di Manokwari...

    0
    MANOKWARI, linkpapua.com- Ikatan Pemuda Toraja Manokwari (IPTM) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Toraja Kabupaten Manokwari menggalang donasi sebagai aksi peduli terhadap bencana longsor yang melanda...

    More like this

    Gabriel Asem Sambangi Kediaman AFU: Tak Ada Pembicaraan Politik

    SORONG, linkpapua.com- Mantan Bupati Tambrauw Gabriel Asem menemui Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati...

    Forkom Imekko Bersatu Usul Calon yang Maju di Pilkada PBD Harus Bebas Korupsi

    SORONG,linkpapua.com- Forkom Imekko Bersatu mengusulkan agar calon kepada daerah yang akan maju di Pilkada...

    Hasil Rekapitulasi DPD RI Papua Barat: Paul Finsen Raih Suara Tertinggi di Kota Sorong

    KOTA SORONG, linkpapua.com- Paul Finsen Mayor menjadi calon anggota DPD RI perwakilan Papua Barat...