28 C
Manokwari
Senin, Maret 31, 2025
28 C
Manokwari
More

    Derek Ampnir Libatkan 10 Peneliti Unipa Kaji Dokumen RPB 2021 di 14 Kab/Kota

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com – Pemprov Papua Barat melibatkan 10 akademisi Universitas Papua (Unipa) untuk mengkaji potensi bencana di 14 daerah. Para peneliti ini akan turun dan merangkum upaya mitigasi yang efektif.

    Hal ini disepakati dalam rapat penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RDP) tahun 2021, di Aston Niu Hotel, Sabtu (6/11/2021). Rapat dimotori BPBD Papua Barat.

    Tim ini direncanakan akan melaksanakan kajian di 14 kabupaten/kota dalam waktu dekat. Masing-masing akademisi akan didampingi tim BPBD dan Bappeda. Tiap tim terdiri dari 2 orang.

    Baca juga:  Derek Ampnir Sebut Komunikasi Edukasi ke Masyarakat Masih Kurang, Salah Satunya Soal Vaksin

    “Bapak Sekda sebagai atasan langsung BPBD Papua Barat akan menyurat ke pimpinan daerah sebelumnya, di kab/kota sebelum turun. Jadi koordinasi dengan pemda tetap dilakukan lebih awal,” jelas Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir.

    Menurut Ampnir, tim akan melakukan pemetaan potensi bencana. Ia memperkirakan kajian tim nanti lebih rumit. Sebab wilayahnya cukup luas dan untuk menjangkau seluruhnya membutuhkan waktu.

    “Namun diharapkan bisa merangkum secara keseluruhan. Hasil kerja tim ini juga menentukan upaya kita dalam memetakan wilayah bencana ke depan. Lewat dokumen RPB ini akan menjadi panduan bagi masyarakat sekitar untuk memperkuat sistem pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan penanggulangan bencana,” papar Ampnir.

    Baca juga:  BPBD Papua Barat Bagikan 10 Ribu Masker Bagi Warga Manokwari

    Ampnir mengemukakan, pelibatan para peneliti sangat krusial. Sebab akan memberi kajian dalam dokumen kebencanaan nanti.

    “Ini sangat penting mengingat Papua Barat rentan dengan bencana. Dalam dokumen ini nantinya akan menjadi panduan bagi pemerintah dan masyarakat sipil,” jelasnya.

    Artinya lanjut Ampnir, dalam dokumen itu sudah memuat pemetaan berbagai potensi kerentanan dan risiko bencana dan bahayanya. Selain itu, kajian tadi memuat sumberdaya, yang bisa digerakkan dan dimanfaatkan dalam mengurangi berbagai risiko dan bahaya dari bencana tersebut.

    Baca juga:  Gandeng KKSS, Polres Manokwari Kembali Gelar Vaksinasi Massal

    “Karena dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana memerlukan suatu penataan dan perencanaan yang matang, terarah dan terpadu. Hal ini dimulai dari review dokumen rencana penanggulangan bencana, ancaman apa saja yang ada di wilayahnya, dampak dan risiko yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Siapa saja yang terpapar dan terancam? Kelompok mana saja yang paling terdampak? Ini semua akan dikaji dan dirangkum nanti,” imbuh Ampnir. (LP2/red)

    Latest articles

    Mugiyono jadi Khotib Salat Idul Fitri 1446 H di lapangan Kodim...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com- Wakil Bupati Manokwari Mugiyono menjadi khotib pada Salat Idul Fitri 1446 H atau Senin 31/3/2025) di lapangan Kodim 1801/Manokwari. Dalam momentum tersebut dengan...

    More like this

    Mugiyono jadi Khotib Salat Idul Fitri 1446 H di lapangan Kodim 1801/ Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Wakil Bupati Manokwari Mugiyono menjadi khotib pada Salat Idul Fitri 1446 H...

    Pawai Takbir Lebaran Idulfitri, Bupati Bintuni Ajak Warga Pererat Silaturahmi

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi...

    Mugiyono Open House Perdana sebagai Wakil Bupati Manokwari Senin 31 Maret

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Wakil Bupati Manokwari Mugiyono pada momentum Idul Fitri 1446 H tahun 2025...