Minggu, September 25, 2022
26.6 C
Manokwari
26.6 C
Manokwari
Minggu, September 25, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Update Banjir Maybrat: Kedalaman Air di Permukiman Warga 10-30 Meter, Butuh Hunian Sementara

MAYBRAT, Linkpapua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat merilis update penanganan bencana alam banjir yang terjadi di Distrik Mare Selatan, Kabupaten Maybrat, Rabu (27/7/2022).

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, mengatakan hujan deras yang mengguyur 21 hingga 23 Juli 2022 menjadikan kawasan permukiman warga bertopografi lembah tergenang. Genangan membentuk kolam dengan kedalaman 10 sampai 30 meter akibat tidak adanya saluran pembuangan ke Danau Ayamaru.

Imbasnya, layanan dan kebutuhan dasar masyarakat di sembilan kampung saat ini mengalami gangguan. Pemulihan diperkirakan akan memakan waktu 1 hingga 3 bulan ke depan. “Bahkan bisa mencapai 6 bulan sampai 1 tahun jika air tidak surut dari kondisi saat ini,” kata Derek.

Baca juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Papua Barat Capai 84,6 Persen, Gubernur Apresiasi Stakeholder

Derek mengungkapkan respons tanggap darurat yang telah diberikan, yakni layanan kebutuhan dasar kepala 36 kepala keluarga (KK) pada empat kampung. Selain itu, sarana angkutan berupa perahu kano bantuan BPBD Maybrat, perahu polyethylene bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui BPBD Papua Barat telah dioperasikan.

Baca juga:  Derek Ampnir Libatkan 10 Peneliti Unipa Kaji Dokumen RPB 2021 di 14 Kab/Kota

Perahu polyethylene ini digunakan untuk mengangkut warga hingga bantuan bahan makanan. Sementara, obat-obatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat, masker maupun hand sanitizer, telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat, untuk diteruskan kepada kepala distrik dan kepala puskesmas setempat.

“Kebutuhan mendesak masyarakat yang dapat kami sarankan adalah hunian sementara untuk 36 KK, fasilitas umum, sanitasi, air bersih, dan listrik,” ucap Derek. (LP2/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here