Kamis, Oktober 28, 2021
26.3 C
Manokwari
26.3 C
Manokwari
Kamis, Oktober 28, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,299
Total Kematian
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am
12,735
Total Kasus Aktif
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am
4,241,809
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am

Cerita Haru dr Runtuboi yang Alami Kecelakaan Fatal Demi Bantu Sebuah Puskesmas

MANSEL, Linkpapuabarat.com – Frank Don Esperanza Runtuboy, seorang dokter yang bertugas di Kabupaten Manokwari Selatan menderita patah tulang usai kecelakaan tunggal di Kampung Warkwandi, Distrik Ransiki. Ia mengalami kecelakaan dalam perjalanan menunaikan sebuah tugas mulia.

Runtuboi menuturkan, kejadian tersebut ia alami Jumat malam (9/4/2021). Saat itu ia hendak menuju ke distrik Ransiki dari Manokwari untuk membantu menyusun laporan penggunaan dana JKN di puskesmas tersebut.

“Karena saat itu hujan cukup lebat serta kecepatan angin yang cukup tinggi, dalam keadaan sudah basah kuyup saya dikagetkan dengan pohon pisang yang tumbang di jalur yang hendak ia lewati. Saya tak bisa menghindari batang pohon pisang tersebut dan menabraknya. Saya terlempar bersama sepeda motor saya,” tuturnya.

Runtuboi mengatakan, sebenarnya bukan tugas seorang dokter membuat laporan JKN. Terlebih lagi pelaporannya bukan untuk puskesmas di mana ia ditugaskan.

Namun ia antusias waktu dimintai bantuan oleh pihak puskesmas demi mendukung pemerintah daerah dalam merealisasikan sistem pelaporan JKN yang akuntabel.

“Saya benar benar hanya ingin membantu. Meski itu bukan tugas saya,” katanya.

Sayangnya belum sempat melakukan niat baiknya ini, ia sudah harus kembali ke Manokwari untuk menjalani perawatan. Saat kecelakaan ia mengalami patah tulang pada tangan kanan. Sehingga harus diberangkatkan ke Jayapura untuk melanjutkan perawatan.

Runtuboi menuturkan, patah tulang di bagian tangannya ia alami karena melindungi kepalanya dari benturan.

“Saya relakan tangan saya demi melindungi kepala dari benturan. Kalau tidak, benturan di kepala saya akan berakibat lebih fatal. Karena helm yang saya pakai pecah saat membentur aspal,” kisahnya.

Beruntung kata Runtuboi, sesaat setelah mengalami kejadian itu, salah seorang guru di SMA Negeri 1 Ransiki Joko Imanuel Sabubun juga sedang lewat. Guru honor yang juga dikenal sosialis itulah yang membantu Runtuboi dan kemudian membawanya Puskesmas Ransiki untuk dirawat.

“Waktu saya lewat memang sudah jatuh, di lokasi sudah ada beberapa mobil tapi tujuan mereka ke Manokwari, kebetulan ada mobil yang lewat menuju Ransiki itu yang kami tahan dan mengevakuasi beliau” kata Sabubun saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

Saat ini Rubtuboi sedang di rawat di rumah kerabatnya di Manokwari. Ia berencana akan berangkat ke kota Jayapura pada hari Senin besok untul menjalani perawatan lanjutan.

Runtuboi mengaku tidak nyaman untuk meminta bantuan dari pemerintah daerah. Akhirnya ia memilih membiayai sendiri perawatannya.

Runtuboi menyampaikan terima kasih kepada guru Yosep Imanuel Sabubun dan pengendara mobil yang mengantarnya ke Puskesmas Ransiki saat kecelakaan. Pengendara mobil tersebut diketahui bernama Anis.

Runtuboi juga berterima kasih kepada rekan-rekan di Puskesmas Ransiki yang sudah merawatnya sebelum dirujuk ke Manokwari. (LPB6/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here