oleh

Bentrokan yang Tewaskan 1 Orang di Manokwari, Polisi Ciduk 2 Terduga Pelaku

MANOKWARI, Linkpapua.com – Tim Avatar Polres Manokwari mengamankan dua terduga pelaku penyerangan yang menewaskan satu orang di Kompleks Mulyono, Minggu pagi (18/4/2021). Keduanya diciduk hanya beberapa jam setelah bentrokan itu.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Manokwari melalui Kasat Reserse dan Kriminal Polres Manokwari Iptu Arifal Utama, STK, SIK, SH, MH,  mengungkapkan, terduga pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian tersebut.

“Untuk kejadian tadi pagi 2 pelaku sudah di amankan oleh Tim Avatar Satreskrim Polres Manokwari dalam waktu beberapa jam,” ungkap dia Minggu malam (18/4/2021).

Dirincikan, pelaku pertama inisial ATW terancam dijerat pasal 338 KUHP dan/atau 351 ayat 3 KUHP, dengan barang bukti (BB) sebuah benda tajam yang digunakan berupa parang. Pelaku kedua inisial PM dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 53 dan/atau 351 KUHP, diamankan juga 1 buah kapak.

“Pelaku diamankan di kediamannya. Saat ini sudah ada 6 orang saksi yang telah dimintai keterangan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan masih dilakukan pengamanan oleh anggota dari Polres Manokwari dan Polsek Amban,” jelasnya.

Terduga pelaku sendiri saat ini diamankan di Mapolda Papua Barat. Insiden tersebut menyebabkan 1 korban meninggal dunia sedangkan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu hingga Minggu malam, situasi Kota Manokwari berangsur kondusif usai bentrokan Minggu (18/4/2021). Aparat gabungan dari Polda Papua Barat berhasil meredam situasi setelah sebelumnya warga sempat memblokade jalan.

Dalam bentrokan pagi tadi seorang pemuda berinisial FR (25) tewas akibat luka sabetan parang di kepala. Bentrok terjadi di jalan utama kawasan Bumi Marina Asri Distrik Manokwari Barat.

Tak terima dengan kematian itu, warga kompleks Mulyono kemudian memalang akses jalan utama pemukiman tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Komisaris Besar Adam Erwindi membenarkan kejadian tersebut. Perwira melati tiga itu mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama dua kelompok yang bertikai, untuk tetap menahan diri. Sebab, permasalahan tersebut sedang dalam penyelidikan Kepolisian.

“Permasalahan ini berawal dari kesalahpahaman antar dua kelompok, namun memanas karena sedang dalam pengaruh minuman keras (miras). Untuk itu, antar kedua pihak, tetap bersabar. Jangan sampai terprovokasi. Serahkan permasalahan ini kepada kami (Polri),” kata Erwindi.

Selain FR, satu korban lainnya dilaporkan terluka akibat sabetan parang di dada dan lengan kirinya. Korban berinisial LA itu kini dalam perawatan medis.

Terpisah, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Wijaya mengatakan, bahwa kasus kematian korban sedang dalam penyelidikan intensif Satuan Reskrim. Pihaknya memastikan tak ada pelaku yang lolos dari penyelidikan.

“Permasalahan ini masih dalam penyelidikan. Semua yang terlibat pasti akan diproses hukum,” katanya.

Kejadian berlangsung sekira Pukul 07.50 WIT, berawal saat dua pemuda melintas mengendarai sepeda motor dari arah Bumi Marina tujuan Amban. Saat itu, ada sekelompok pemuda yang sedang mengkonsumsi miras di tepi jalan dan melempari mereka dengan batu. Kejadian pelemparan itu kemudian dilaporkan kepada keluarga dan teman – temannya.

Singkat cerita, puluhan orang dengan bersenjatakan benda tajam kemudian mendatangi kelompok pemuda yang sedang berpesta miras itu, dan langsung melakukan penyerangan. Mereka bahkan mengejar sampai masuk dalam Kompleks Mulyono dan memukul orang yang diduga melakukan pelemparan.

Aksi balasan pun berlanjut, sekira Pukul 09.33 WIT, warga kompleks Mulyono kemudian memalang akses jalan utama dan membakar sepeda motor Honda Supra yang terparkir di pinggir jalan itu.

Personel gabungan dari Pos Wariori dan Polsek Amban yang dipimpin Kapolsek Amban Iptu Juman Simanjuntak tiba Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira Pukul 10.00 WIT. Aparat berhasil meredakan situasi dan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang terbakar serta sejumlah orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

Hingga kini, polisi masih siaga di TKP mengantisipasi aksi susulan yang mungkin dilakukan oleh salah satu kelompok. Personel gabungan diturunkan, termasuk melibatkan satu Satuan Setingkat Kompi (SST) Brimob, beserta sejumlah kendaraan taktisnya.(tim/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini