Rabu, Desember 7, 2022
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Rabu, Desember 7, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

BEM Unipa Tolak Kedatangan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (Unipa) menolak kedatangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), Laksamana Madya TNI Hardjo Sasmoro, di kampus itu, Rabu (12/10/2022).

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unipa awalnya melakukan negosiasi dengan pihak rektorat dan telah disepakati pembatalan agenda kuliah umum.

“Tidak ada koordinasi dengan kami teman-teman mahasiswa terkait ada kunjungan pihak ketiga ke Kampus. Kemudian mahasiswa melarang masuknya TNI-Polri di kampus karena adanya otonomi kampus,” kata Ketua BEM Unipa, Yulianca A. Fanataf.

Para mahasiswa kemudian mendatangi kantor rektorat Unipa setelah mengetahui ada kunjungan silaturahmi Rektor Unipa, Meky Sagrim, dengan Sekjen Wantanas, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, dan Kapolda Papua Barat, Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

“Mahasiswa merasa terganggu karena kehadiran pihak keamanan di dalam kampus tanpa pemberitahuan,” ucapnya.

Sementara, Ketua MPM Unipa, Agus Nahabial, mengatakan kesepakatan antara pihak kampus dengan mahasiswa sudah telah dipatuhi oleh mahasiswa bahwa dibatalkan agenda kuliah umum. Namun, para mahasiswa melihat iring-iringan mobil dengan dikawal patwal menuju kantor rektorat.

“Sehingga kita datang ke rektorat karena kita sudah pegang dengan janji pihak kampus ternyata ada pertemuan dengan rektorat,” katanya.

Agus mengatakan, jika pertemuan terjadi di luar kampus, hal itu tidak jadi soal bagi mereka. “Kami menolak hal itu sebab yang datang ataupun yang akan bawa materi adalah pihak militer, yang banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di tanah Papua sejak tahun 1965 hingga sekarang,” tegasnya.

Baca juga:  Pasca Pengrusakan Kampus, Kapolda Papua Barat Temui Rektor Unipa
Baca juga:  Peradi dan STIH Manokwari Teken Kerja Sama Pendidikan Advokat

“Yang kami tidak terima dan menolak adalah materi yang hendak dibawa soal keamanan negara. Kami menolak bicara keamanan negara sedangkan masalah di tanah ini belum selesai,” tambahnya.

Sementara, Rektor Unipa, Meky Sagrim, kepada para mahasiswa usai melakukan pertemuan dengan Sekjen Wantanas dan Pangdam serta Kapolda mengatakan, materi kuliah umum yang hendak dibawakan oleh Sekjen Wantanas mengenai pengelolaan sumber daya laut maritim di kawasan timur.

“Jadi, tadi Sekjen Wantanas itu minta bersilaturahmi dengan Rektor. Masa orang minta silaturahmi saja kita tolak? Pak Pangdam pernah berkunjung di Unipa, kalau Kapolda ini, kan, baru pertama,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa silaturahmi dilakukan di lantai empat rektorat. “Dalam pertemuan itu mereka datang katanya pertama datang ke sini, bagaimana keadaan sumber daya alam di tanah Papua yang begitu melimpah, kemudian potensi mahasiswa di sini,” jelasnya.

Rombongan Sekjen Wantanas keluar dari ruangan rektorat disambut dengan para mahasiswa yang telah menanti sembari terus menyampaikan orasi. (*/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here