MANOKWARI, linkpapua.com – Proyek perpanjangan runway Bandara Rendani Manokwari berimbas pada relokasi sejumlah bangunan vital. Salah satunya adalah Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
RPH dipastikan akan tergusur dan direlokasi. Pemkab Manokwari memproyeksikan kesiapan membangun RPH baru yang lebih representatif.
“Saya sudah perintahkan staf agar mencari lokasi untuk pembangunan RPH yang baru. Mau tidak mau lokasi RPH yang sekarang akan terdampak perpanjangan bandara,” ujar Bupati Manokwari Hermus Indou, Senin (17/5/2021).

Ia menyebutkan, relokasi harus lebih representatif. Lokasinya tidak boleh jauh dari kota agar mempermudah akses dari masyarakat.

Hermus mengatakan, pihaknya sudah memiliki jadwal perencanaan, termasuk batas waktu masyarakat yang terdampak perpanjangan bandara.

“Kita sudah ada perencanaan sampai kapan batas masyarakat di sekitar lokasi bandara harus direlokasi. Rencana minggu depan sudah dipasang papan papan yang menginformasikan tentang perpanjangan bandara,” tegasnya.
Hermus mengatakan, secepatnya lokasi itu harus ditinggalkan oleh warga. Ia berharap semua bersikap kooperatif. Dan tidak ada lagi warga yang kukuh bertahan di lokasi.
“Kita harus bisa menyesuaikan modernisasi. Daerah lain sudah maju kita masih bertahan dengan kondisi yang ada,” tambah.
Dalam perencanaan pembangunan, relokasi warga yang terdampak perpanjangan bandara ditargetkan kelar seluruhnya pada Oktober mendatang. Sehingga masyarakat diharapkan dapat mengosongkan tempat sebelum batas deadline. (LP3/Red)






