Rabu, Desember 7, 2022
25.4 C
Manokwari
25.4 C
Manokwari
Rabu, Desember 7, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

September 2022, Papua Barat Alami Inflasi 1,02 Persen

MANOKWARI, Linkpapua.com – Gabungan dua kota (Manokwari dan Kota Sorong) indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Papua Barat pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 1,02 persen dengan IHK 112,12.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan tingkat inflasi tahun kalender (September 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 3,55 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 4,96 persen.

“Manokwari terjadi deflasi sebesar 0,64 persen dan Kota Sorong terjadi inflasi sebesar 1,49 persen,” kata Maritje dalam rilis pers, Senin (3/10/2022).

Secara nasional, Manokwari berasa pada peringkat ke-90, sedangkan Kota Sorong peringkat ke-12.

Inflasi gabungan dua kota IHK di Papua Barat terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan peningkatan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran, yakni kelompok transportasi 6,25 persen serta kelompok pakaian dan alas kaki 1,21 persen.

Baca juga:  Susul Direktur PT FBP Cabang Bintuni, Kejari Tahan Dua Tersangka Kasus Tipikor Pasar Babo
Baca juga:  Peduli Nelayan, PAC PPP Manokwari Barat Bangun Tambatan Perahu di Pantai Borobudur

Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,83 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,50 persen, kelompok kesehatan 0,43 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,32 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,20 persen, serta kelompok pendidikan 0,11 persen.

Sementara, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,03 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen. (LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here