Rabu, Desember 7, 2022
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Rabu, Desember 7, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

RSUD Papua Barat Terancam Putus Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, jika …

MANOKWARI, LinkPapua.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Papua Barat terancam putus kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jika tahun depan tidak mengikuti akreditasi.

Direktur RSUD Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, kepada wartawan, Sabtu (12/11/2022), mengatakan setelah standar minimal pelayanan sudah diakui, selanjutnya mulai persiapan untuk peningkatan kelas.

RSUD Papua Barat tahun ini baru buka pelayanan umum setelah sebelumnya hanya melayani pasien Covid-19 sejak 2020. Namun, rumah sakit siap menghadapi akreditasi tahun depan.

“Kita diharuskan ikut akreditasi. Kalau tahun depan tidak ikut akreditasi maka kerja sama dengan BPJS akan diputuskan. Yang ada sekarang baru buat komitmen, dalam jangka waktu setahun ke depan kita sudah harus akreditasi, kalau tidak berarti kita putus kerja sama,” kata dr. Arnoldus usai menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di RSUD Manokwari.

Baca juga:  PT Pangansari Tanggung Tunggakan BPJS Kesehatan Ratusan Warga di Manokwari-Bintuni
Baca juga:  Warga Kampung Muari Kini Bisa Berobat di Dokter Praktik dengan BPJS

Dokter Arnoldus mengaku, RSUD Papua Barat memiliki target nilai tertinggi dalam akreditasi tahun depan. “Kita harus memiliki target tertinggi. Akreditasi dilihat secara keseluruhan, mulai dari SDM (sumber daya manusia), jumlah dokter, hingga pelayanan sudah memenuhi. Kalau akreditasi tipe C kita sudah siap dan ini merupakan akreditasi pertama RSUD Papua Barat,” paparnya.

Mengenai peningkatan kelas RSUD Papua Barat, dia mengaku masih membutuhkan waktu. “Peningkatan kelas tidak mudah, butuh waktu. Namun, kita punya target waktu paling tidak 2025 atau 2026. Mudah-mudahan bisa,” ujarnya.(LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here