MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membandingkan bagaimana pelayanan Samsat serta pengurusan SIM, dulu dan sekarang. Diakuinya, dulu mengurus SIM butuh waktu berhari-hari. Tapi sekarang alurnya makin simpel.
“Dulu mengurus SIM lama dan susah. Tetapi sekarang efisien waktu. Sekarang Yang terpenting persyaratan lengkap langsung bisa jadi,” ujar Dominggus saat
melaunching inovasi layanan publik Samsat Drive Thru Manokwari, serta peluncuran mobil SIM keliling dan aplikasi E-Siyap Polda Papua Barat, Kamis (25/3/2021).
Kata Dominggus, pelayanan Samsat dan SIM dengan berbagai inovasinya kian memudahkan masyarakat. Terobosan terobosan itu benar-benar berbasis pelayanan.

Tak hanya itu hadirnya Samsat Drive Thru membuat waktu pengurusan pajak kendaraan kian singkat. Program ini juga mengurangi antrean. Terutama mencegah kerumunan di masa-masa pandemi.

“Masyarakat menikmati kemudahan itu. Sangat terasa bedanya dengan dulu,” katanya.

Semua ini membuktikan besarnya perhatian pemerintah terhadap kepentingan warga negara. Aparatur juga harus menyadari bahwa masyarakat memang memiliki hak untuk dilayani.
“Dan aparatur punya kewajiban memberikan pelayanan sesuai tuntutan masyarakat. Kita bersyukur sudah ada pembayaran pajak dengan mudah. Layanan benar benar berpihak ke masyarakat,” tutup Gubernur.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing menyampaikan Polri terus berupaya meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Samsat Drive Thru dan SIM keliling adalah program yang memang dirancang untuk memudahkan masyarakat.
“Harapan masyarakat mendapatkan layanan publik dengan cepat dan mudah serta terjangkau dan transparan. Polda Papua Barat berinovasi melaksanakan Samsat Drive Thru, pelayanan SIM Keliling dan aplikasi Mansinam adalah bagian dari komitmen Polri,” katanya.
Kapolda menyebut pelayanan Samsat Drive Thru telah launching hari ini di Manokwari. Ke depan program ini akan menyentuh ke beberapa kabupaten seperti Sorong dan kota Sorong.
Kapolda juga mengingatkan akan berlakunya tilang elektronik atau ETLE. Diharapkan dengan keberadaan ETLE masyarakat makin tertib berlalu lintas tanpa ada polisi.
“Ini sebagai proses pembelajaran bagi masyarakat,” ungkapnya. (LPB3/red)






