Sabtu, Juli 2, 2022
28.1 C
Manokwari
28.1 C
Manokwari
Sabtu, Juli 2, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Operasi Ketupat Mansinam: Peta Titik Rawan, Manokwari-Sorong Jadi Perhatian

MANOKWARI, linkpapua.com- Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Mansinam, Rabu (27/4/2022) di Mapolda Papua Barat. Kapolda mengingatkan seluruh personel agar fokus menjaga objek vital.

“Sejumlah objek menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat. Yaitu bandara, pelabuhan, terminal, masjid, tempat wisata dan tempat-tempat keramaian lainnya,” terang Tornagogo saat membacakan amanat Kapolri.

Menurut Tornagogo, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini pemerintah memberi pelonggaran dengan membolehkan berkumpul bersama. Tidak ada penyekatan karena mudik sudah diperbolehkan.

“Meskipun begitu masyarakat harus tetap waspada karena pandemi belum selesai. Harus tetap waspada dengan tingkat mobilitas yang tinggi,” katanya.

Operasi Ketupat akan berlangsung selama 12 hari, dari 28 April hingga 9 Mei. Yang menjadi fokus pengamanan yaitu tempat-tempat publik yang menjadi pusat keramaian masyarakat.

Baca juga:  Gerai Vaksinasi TNI-Polri Digelar di Manokwari, Sasar 900 Orang
Baca juga:  Dipantau Jokowi, Polres Manokwari Gelar Vaksinasi Covid-19 di Rumah Ibadah

Di seluruh Indonesia terdapat 144 ribu aparat gabungan dan instansi pemerintah lainnya. Sebelum Operasi Ketupat, telah terlebih dahulu melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran penyakit masyarakat, miras, distribusi sembako dan lainnya.

Dijelaskan Kapolda, untuk wilayah Papua Barat jumlah personel berjumlah 1.200 personel gabungan yang menempati 33 pos pengamanan.

“Pengamanan dilakukan melalui cipta kondisi termasuk melibatkan lintas agama. Memang untuk menjadi perhatian adalah wilayah Sorong dan Manokwari. Kita sudah memetakan hal-hal yang menjadi potensi ancaman akan diantisipasi. Yang terpenting sudah adanya kesadaran dari masyarakat,” jelas Sihombing.

Posko operasional yang ada di Papua Barat terdiri dari 18 pos pengamanan, 8 pos terpadu dan 15 pos pelayanan.(LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here