Senin, September 20, 2021
28.1 C
Manokwari
28.1 C
Manokwari
Senin, September 20, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,468
Total Kematian
Updated on Monday, 20 September 2021, 11:48 11:48 am
60,969
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 20 September 2021, 11:48 11:48 am
4,190,763
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 20 September 2021, 11:48 11:48 am

Mometum HUT RI 76 Tahun, Ketapang Diving Manokwari Gelar Beragam Lomba

MANOKWARI, Linkpapua.com- Momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) yang 76 Tahun dimanfaatkan oleh Ketapang Diving Community, melaksanakan beragam kegiatan.

Ketapang Diving Community bersama komunitas penyelam di Manokwari, yakni Fakni, Unipa, Gontisin, Pirest diving, Molo Manokwari, dan komunitas Selancar, bakal melaksanakan berbagai kegiatan yang dimulai sejak 11 hingga 17 Agustus.

Mereka bakal gelar lomba pengumpulan sampah laut anorganik, lomba hias perahu dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, dan nantinya ditutup dengan upacara bawah laut dan pengibaran bendera merah putih pada kedalaman 15 meter oleh 36 penyelam.

Salah satu kegiatan pembuka yang dilaksanakan yaitu, lomba pengumpulan sampah laut anorganik di pesisir pantai Kwawi-Manokwari, pada Sabtu (7/8/2021).

Lomba ini diikuti oleh 11 anak-anak dan 22 orang dewasa. Hasilnya, terkumpul 640 kilogram sampah laut, sepanjang lintasan garis 600 meter dan kedalaman 3 meter.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Manokwari  diwakili Asisten 1, Wanto, S. Sos. Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari atau yang mewakili, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Keanekaragaman Hayati, Yohanes Ada’ Lebang. Sementara, tim juri adalah Aton Krey, Dotoranda Martina Wospakrek.

Pada momentum tersebut, Trait diving/scuba mengenalkan peralatan menyelam kepada masyarakat umum. Termasuk transplantasi karang.

Salah satu anggota Ketapang Diving Community, Bung Echon mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya pengendalian dan pengelolaan pencemaran laut dan mengembalikan habitat pantai seperti waktu-waktu sebelumnya serta memberikan manfaat jasa lingkungan bagi Masyarakat maupun wisatawan dengan hadirnya Taman Laut Kwawi-Manokwari.

Salah satunya melalui olahraga selam untuk melihat peninggalan sejarah dasar laut (kapal tua) dan keindahan terumbu karangnya maupun jenis habitat laut lainnya seperti ikan lumba-lumba.

“Kenapa harus jauh-jauh ke Raja Ampat dan Kaimana kalau ada potensi di sini, kenapa kami tidak lakukan itu, ini wajah Provinsi Papua Barat yang kami akan coba terus mendorong agar ada sedikit edukasi untuk masyarakat bahwa jangan buang sampah sembarangan. Maka dengan kehadiran Bapak Wanto, selaku Asisten 1 Setda Kabupaten Manokwari, kami merasa berterima kasih, bahwa Bapak Bupati turut men-support kegiatan kami, termasuk dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari,” jelas bung Echon dari Ketapang Diving Community.

Diungkapkannya, Ketapang Diving Community berinisiatif melakukan kegiatan pembudidayaan Terumbu karang dan mencoba terus untuk mengenalkan alat scuba kepada khalayak umum yang ada di Manokwari sehingga semakin banyak penyelam yang menyelam dan melihat pemandangan bawah laut dan peduli terhadap sampah yang begitu banyak.

Mewakili Bupati Manokwari, Asisten I Setda Manokwari, Wanto, saat memyampaikan sambutan Bupati mengaku terperanjat karena ternyata masih ada sekelompok orang atau komunitas pemuda-pemudi yang peduli akan sampah.

“saya pernah mendengar bahwa laut adalah tempat sampah yang terbesar di dunia ini karena memang jadi ramai buang sampah sembarangan saja ke laut. oleh sebab itu, kalau tadi ketua panitia katakan bahwa laut bukan tempat sampah itu kontradiktif. Maka marilah kita sama-sama menjaga agar laut tetap bermanfaat untuk kita, jangan membuang sampah lagi. Oleh sebab itu kepada komunitas ini saya sangat memberikan apresiasi,” Ujar Wanto.

Diketahui, dalam kegiatan Lomba pembersihan sampah anorganik (sampah plastik) dibuat dalam dua kategori yakni, kategori anak dan kategori dewasa.

Masing–masing diwajibkan menyediakan kaca selam, mengunakan tanda pengenal pita berwarna merah putih, mengikuti protokol kesehatan, tidak mengonsumsi alkohol jika kedapatan tidak diijinkan mengikuti lomba.

Peserta diarahkan mengumpulkan sampah dari bibir pantai sampai kearah air laut kedalam 1-3 meter dan juga ada pembatas yang sudah diberikan tanda oleh panitia.

Sampah yang dikumpulkan sebanyak 71 karung dengan berat total 640 kg. Maka peserta lomba anak yang menjuarai urutan satu dengan berat 21 kg, juara dua dengan berat 18 kg, dan juara tiga dengan berat 16,36 kg.

Sedangkan orang dewasa juara satu 33,37 kg, juara dua 27,60 kg, dan juara tiga 24,26 kg. Masing-masing pemenang akan diberikan hadiah berupa uang yakni, juara 1 Rp2.000.000, juara 2 Rp1.500.000, dan juara 3 Rp1.000.000.

Serta bagi orang tua yang terlibat dalam lomba pembersihan sampah anorganik akan diberikan piagam penghargaan oleh panitia dan juga anak-anak sebagai generasi-generasi penerus akan diberikan hadiah khusus.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Keaanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada’ Lebang, mengaku sangat mengapresiasi semangat dan komitmen dari ketapang Diving Community dalam menjaga laut Manokwari yang di Mulai dari Kwawi.

“Semoga makin banyak komunitas peduli lingkungan dan bersama sama menjaga laut Manokwari dari pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup,” Ujarnya.

“Salah satu upaya pengendalian terhadap masuknya sampah dari darat dan sungai yang masuk ke laut harus dilakukan pengendalian mulai dari Rumah Tangga masing-masing, setiap kawasan perumahan, Rumah Sakit, Perhotelan, Sekolah, Tempat Ibadah dan kawasan industri serta lainnya dapat menghadirkan banK sampah agar dilakukan pemilahan dari sumber secara bertanggung jawab dan dapat diteruskan kepada Koperasi Produsen Pengelola Sampah Manokwari atau pada Bank Sampah Induk pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari dalam menambah pendapat karena bernilai ekonomis (sebagai bahan daur ulang),” Tambah Lebang.

Maka harapan besar masyarakat di Kwawi meminta dukungan dari berbagai pihak dalam melestarikan laut yang indah bebas sampah, terutama pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari agar memberikan perhatian penuh terhadap semangat anak-anak muda yang mulai dibangun dalam komunitas ini agar tetap terjaga semangat yang tumbuh dalam diri mereka untuk menjaga kelestarian alam. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here