oleh

Mapper XII GMKI Manokwari, Sekda Papua Barat Sebut Organisasi Punya Peran Penting

MANOKWARILinkpapua.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kabupaten Manokwari menggelar Masa Perkenalan dan Penerimaan Anggota Baru (Mapper) XII, Jumat (4/6/2021).

Ketua GMKI Cabang Manokwari, Clemen Mandacan, dalam sambutannya menyoroti tentang pengungsi di Kabupaten Nduga dan Intan Jaya. “GMKI Manokwari terpanggil untuk mengusulkan kepada pemerintah agar lebih serius memperhatikan pengungsi di Nduga dan Intan Jaya,” kata Clemen.

Clemen meyakini pemerintah akan melakukan upaya untuk mewujudkan harapannya. “Kami percaya pemerintah tidak akan menutup mata. GMKI akan bergerak untuk menyuarakan kemanusiaan termasuk merencanakan menggalang dana untuk pengungsi kemanusiaan yang akan langsung diantarkan ke sana,” imbuhnya.

Bupati Manokwari yang diwakili oleh Asisten I Setda Manokwari, Wanto, menilai masuk atau tergabung sebagai anggota GMKI merupakan keputusan tepat. “Jika mahasiswa tidak masuk dalam organisasi, maka akan tergilas sehingga berorganisasi sangat penting,” ucap Wanto.

Dalam organisasi, kata dia, mahasiswa akan belajar banyak tentang kehidupan dan mendapatkan pengalaman. Berorganisasi memberikan kesempatan aktualisasi diri karena ke depan persaingan akan makin ketat. “Senior GMKI banyak menjadi orang besar, setelah itu tongkat estafet akan dilanjutkan oleh generasi sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat yang diwakili Sekda Pemprov Papua Barat, Nathaniel Mandacan, memberikan motivasi bahwa tantangan ke depan menuntut setiap mahasiswa harus siap dalam segala hal.

“Pemerintah menyambut baik kegiatan ini karena ada panggilan hati dari GMKI. Ke depan kegiatan GMKI harus terus ada karena organisasi punya peran besar, termasuk di setiap kampus harus ada komisariat GMKI. GMKI berkembang dengan nilai-nilai yang jadi kelebihan organisasi. Yang mengikuti maper bisa menjiwai materi yang disampaikan agar menjadi landasan untuk melangkah. Ke depan diharapkan bekerja sama dengan organisasi lain untuk harmonisasi kehidupan,” jelasnya.

Mapper ini mengusung tema, Lihatlah, Kristus menjadikan Semuanya Baru. Diikuti oleh 60 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Manokwari. (LP3/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini