Jumat, Desember 2, 2022
26.5 C
Manokwari
26.5 C
Manokwari
Jumat, Desember 2, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Lukas Enembe Disebut “Pintu Masuk” Pemberantasan Korupsi di Papua

BIAK, Linkpapua.com – Penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE), sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberrantasan Korupsi (KPK) RI menjadi “pintu masuk” proses tindakan pemberantasan korupsi di Papua.

Hal ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Masyarakat Pengembangan Peningkatan Pembangunan Indonesia (BMP21) Papua Barat, Markus Fatem.

“BMP2I Papua Barat secara resmi mendukung penetapan LE sebagai tersangka. Itu menjadi pintu proses tindakan-tindakan hukum dalam pemberantasan korupsi di tanah Papua,” kata Markus dalam siaran pers yang diterima Linkpapua.com, Senin (10/10/2022).

Anggota KontraS Papua Barat itu menjelaskan, korupsi termasuk kejahatan luar biasa dan cara pemberantasannya harus serius. Apalagi, kata dia, Papua sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua banyak anggaran yang disebut mencapai Rp1.000 triliun ke Papua.

Baca juga:  Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Gubernur Papua
Baca juga:  Markus Fatem: Pak Pj Bupati Tambrauw, Tolong Rehabilitasi Pos Konservasi Penyu Jeen Womom

“Korupsi itu extra ordinary crime yang perlu penanganan ekstra ketat. BMP21 Papua Barat mendukung negara dan pemerintah melaui aparat penegak hukum, yakni KPK, untuk memberantas kasus dugaan tindak pidana Korupsi yang semakin marak dan merajarela di Papua,” beber Markus.

Sebelumnya, KPK menetapkan Lukas sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar yang ditransfer ke rekening pribadinya. (*/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here