Jumat, September 17, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, September 17, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,138
Total Kematian
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
68,942
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
4,185,144
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm

Kurang dari 24 Jam, 2 Napi Kabur Rutan Teluk Bintuni Berhasil Dibekuk

BINTUNI, Linkpapua.com- Dua narapidana (napi) yang melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Teluk Bintuni, Alfred Hara dan Eldo Imbiri, berhasil dibekuk dan dijebloskan kembali ke sel dalam waktu kurang dari 24 jam.

Keduanya kabur pada Selasa (3/8/2021) pukul 06.30 WIT, dengan cara melompat jendela dan memanjat dinding samping kanan kantor Rutan. Namun, pada Selasa malam pukul 22.30 WIT, mereka sudah berhasil dikembalikan ke penjara.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Teluk Bintuni, Keis J. Sitanala, menjelaskan kedua napi kasus narkoba ini berada di lantai dua Kantor Rutan untuk melaksanakan tugasnya membersihkan kantor.

“Sejak beberapa bulan ini mereka berdua kita percaya sebagai tamping kebersihan, tapi ternyata kepercayaan itu disalahgunakan. Mereka melarikan diri saat luput dari pengawasan petugas,” kata Keis saat ditemui di kantornya, Kamis (5/8/21).

Pelarian Alfred dan Eldo baru diketahui petugas saat dilakukan serah terima piket jaga dari sif malam ke sif pagi, pada pukul 08.00 WIT.

Saat itu, Keis menerima laporan dari petugas piket, ada dua orang warga binaan pemasyarakatan (WP) yang tidak ada di bloknya. Petugas juga mencari keduanya di lantai dua tempat bersih-bersih ruangan, tetapi tidak ditemukan.

“Setelah memastikan keduanya tidak ada di tempat, saya lapor dan koordinasi dengan Kepala Rutan,” kata Keis.

Membuka blok tahanan saat pagi, dijelaskan Keis, adalah aktivitas rutin di Rutan untuk memberi kesempatan WP berolahraga dan beraktivitas di luar ruang tahanan. Pada saat kejadian, blok dibuka pukul 06.30 WIT, dan kedua tamping ini minta izin untuk membersihkan lantai dua Kantor Rutan.

Karena keterbatasan petugas jaga, aktivitas keduanya tidak sempat diawasi. Idealnya, untuk mengawasi 72 WP yang ada di Rutan Kelas IIB Teluk Bintuni, tiap regu berjumlah 6 orang. Namun, saat ini pihak Rutan hanya bisa menempatkan 3 sampai 4 orang petugas setiap regu jaga.

Insiden kaburnya dua WP itu segera disebarkan ke seluruh jaringan informasi di media sosial. Pihak Rutan juga berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik TNI dan Polri, serta masyarakat.

Sekitar pukul 19.00 WIT, Eldo Imbiri, salah satu WP yang melarikan diri, menghubungi nomor petugas agar dijemput. Saat itu posisinya berada di logpond Kampung Primaroi kilometer 9 dan langsung dibawa kembali ke Rutan. Eldo adalah napi kiriman dari Lapas Sorong.

“Dia berusaha hubungi petugas untuk minta dijemput. Dia di logpond dekat pantai. Jadi petugas yang jemput dan dibawa lagi ke Rutan,” jelas Keis.

Setelah mengembalikan Eldo ke sel, pukul 22.00 WIT petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, mengenai keberadaan Alfred. Kata Keis, ada warga yang menyampaikan, sosok Alfred yang disebut sebagai daftar pencarian orang (DPO) Rutan Kelas IIB Teluk Bintuni, datang minta minum ke rumah salah seorang warga di kilometer 14, tapi setelah itu lari lagi.

Berbekal informasi itu, pihak Rutan membentuk empat tim gabungan dengan TNI dan Polri, untuk menyisir keberadaan Alfred.

Hasilnya, tak jauh dari rumah warga, napi kiriman dari Manokwari ini bersembunyi di balik batang kayu yang sudah roboh.

“Kemungkinan dia sudah kelaparan dan tidak bisa lari jauh lagi. Jadi belum sampai 24 jam, kami sudah dapatkan keduanya. Kini kami tempatkan mereka di sel khusus sebagai sanksinya,” pungkas Keis. (LP5/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here