Selasa, September 21, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Selasa, September 21, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,805
Total Kematian
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 23:07 11:07 pm
52,447
Total Kasus Aktif
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 23:07 11:07 pm
4,195,958
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 23:07 11:07 pm

Kadisbud Papua Barat : Sekolah Harus Vaksinasi 50 Persen Pelajar Agar Bisa STMT

MANOKWARI, Linkpapua.com- Peluncuran Vaksinasi covid-19 bagi pelajar di Papua Barat telah dilakukan oleh Gubernur Dominggus Mandacan Akhir pekan lalu. Kini tugas pemerintah daerah di 13 Kabupaten Kota yang menggencarkan program tersebut.

Vaksinasi pelajar menjadi penting agar Sekolah tatap muka terbatas (STMT) bisa berjalan. Kesadaran untuk menjali vaksinasi menjadi harapan Pemprov, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Barat.

Barnabas Dowansiba, mengungkapkan sebagai persiapan sekolah tatap muka terbatas di Papua Barat, setidaknya di setiap sekolah ada 50 persen pelajarnya yang sudah divaksin. Di sisa bulan Agustus ini pihaknya berupaya agar vaksinasi di sekolah bisa berjalan maksimal.

“Untuk saat ini memang kita lebih fokuskan pelaksanaan vaksinasi untuk yang sekolah menengah atas dan SMK sehingga vaksinasi dilakukan di sekolah-sekolah,” kata Barnabas, Senin (23/8/2021).

Baca juga:  Serbuan Vaksinasi di Pasar Wosi, Pangdam XVIII/Kasuari Sanjung Nakes

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengungkapkan dengan vaksinasi bagi pelajar, diharapkan sekolah tatap muka bisa terlaksana.

“Pemerintah akan terus lakukan vaksinasi di sekolah-sekolah. Jika sebagian besar siswa sudah divaksin, maka bisa dilaksanakan sekolah tatap muka,” ucap Dominggus.

Dominggus menyebut sekolah daring selama pandemi Covid-19, proses belajar mengajar kurang efektif karena tidak ada komunikasi dua arah.

“Kalau seperti sekarang, jika ada pelajaran yang belum dipahami siswa tidak bisa bertanya secara langsung. Sehingga orang tua juga perlu mendukung anak-anaknya agar bisa divaksin,” terang Dominggus.

Dominggus sendiri belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaan STMT karena ini berkaitan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diputuskan oleh pemerintah pusat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi menyatakan wilayah yang masuk kategori PPKM level 1-3 boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. (CP/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here