MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Alfred Bandaso mengatakan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, bidang kesehatan mendapatkan alokasi sekitar Rp100 miliar atau 15 persen dari total APBD. Kesehatan menjadi salah satu sektor prioritas setelah pendidikan dan infrastruktur.
“Untuk kepastian alokasi anggarannya kita masih menunggu pembagian DPA. Yang pastinya RAPBD-nya mencapai minimal 15 persen. Sesuai dengan aturan undang-undang jadi mencapai Rp100 miliar,” ungkap Bandaso, Rabu (24/3/2021).
Dijelaskannya, alokasi anggaran tersebut sudah termasuk di dalamnya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Itu sudah termasuk biaya rutin maupun anggaran dari pusat. Program dari DAK kebanyakan merupakan program fisik seperti pembangun puskesmas di Kampung Mobja,” jelasnya.

Saat ini RAPBD 2021 masih dalam pembahasan setelah adanya evaluasi dari provinsi. Setelah revisi, selanjutnya akan ditetapkan menjadi APBD.

APBD Kabupaten Manokwari tahun 2021 direncanakan sebesar Rp1,2 triliun lebih. Dalam rapat paripurna Februari lalu, APBD dirinci sebagai berikut yakni pembiayaan direncanakan sebesar Rp 36.685.576.283, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 15.850.000.000, penyertaan modal sebesar Rp 4.600.000.000 dan pembayaran cicilan pokok hutang yang jatuh tempo sebesar Rp 11.250.000.000.
Di tengah pandemi, APBD diharapkan
tetap diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Beberapa sektor menjadi prioritas di antaranya pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Upaya pemulihan ekonomi juga menjadi konsen pemerintah daerah. (LPB3/red)






