oleh

Gereja Katolik St. Paskalis Hadir, Kasihiw Harap Nilai Toleransi Makin Kuat

BINTUNI, Linkpapua.com- Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan hadirnya Gereja Katolik Pra Paroki dan pemberkatan Santo Paskalis di Kampung Pasamai, Distrik Manimeri akan semakin menguatkan toleransi di Teluk Bintuni. Bintuni harus jadi rumah bagi semua umat beragama.

“Hadirnya Gereja Pra Paroki sebagai catatan sejarah. Di tempat inilah, Injil lewat gereja katolik masuk dari daerah Wariagar serta masuk di tanah ini dan menyebar di dataran Sougb sampai di daerah Botai,” kata Kasihiw saat peresmian Gereja Pra Poraki, Senin (17/5/2021).

Menurut Kasihiw, kerukunan antarumat beragama di Teluk Bintuni adalah harus terus terjaga. Siapapun yang hidup dan menetap di daerah adalah bagian dari keluarga di tTanah Sisar Matiti.

“Baik keluarga yang asli orang papua (OAP) maupun yang nusantara, ini bentuk kebersamaan kita di Tanah Sisar Matiti,” jelas Kasihiw.

Kasihiw juga menyatakan, keberagaman ini akan menjadi bagian penting dari perkembangan Teluk Bintuni dalam bertoleransi beragama. Tak hanya gereja, Kasihiw juga mengaku akan memberi bantuan fasilitas bagi umat beragama lainnya.

“Saya akan bantu lewat pemerintahan. Karena kita sadar, kita ini berbeda-beda agama, suku, ras tapi tetap satu,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Matret Kokop, Ketua DPRD Simon Dowansiba bersama Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni.

Hadir pula para anggota DPR Papua Barat dapil 5. Di antaranya Daniel Asmorom, Syamsudin Seknun dan Roberth Manibuy yang juga ketua panitia pembangunan gedung Gereja Santo Paskalis Manimeri, Bintuni.

Selain itu hadir juga uskup keuskupan Manokwari-Sorong H Datus Lega bersama para pelayan di wilayah pelayannya. (LP5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini