28.1 C
Manokwari
Sabtu, April 5, 2025
28.1 C
Manokwari
More

    Diam Lebih Baik, Lisan Kunci Keselamatan dalam Ajaran Islam

    Published on

    LinkPapua.com – Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, interaksi antarmanusia sangatlah penting. Salah satu alat yang digunakan untuk berinteraksi adalah mulut dan lidah, yang berfungsi sebagai alat berbicara.

    Namun, ajaran agama Islam menekankan pentingnya berbicara dengan baik. Jika tidak bisa berbicara yang baik, maka lebih baik diam.

    Menjaga perkataan merupakan ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. kepada umatnya. Hadis dan ayat dalam Al-Qur’an menjelaskan betapa pentingnya menjaga perkataan.

    Banyak orang memilih untuk diam daripada berbicara. Namun, ada juga yang memilih untuk berbicara daripada diam.

    Mulut adalah anugerah yang diberikan kepada manusia. Salah satu keistimewaan mulut adalah kemampuannya yang luas dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Mulut dapat menjadi penyebab keselamatan dunia dan akhirat manusia, atau justru membuatnya tergelincir ke dalam jurang neraka.

    Baca juga:  SMP Negeri 13 Manokwari Sambut Baik Program MBG dari Presiden Prabowo

    Pengaruh mulut begitu besar sehingga diam menjadi kunci keselamatan. Ajaran agama Islam memuji sikap diam dan menganjurkannya kepada umatnya.

    Ustaz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Lentera Ilmu mengatakan bahwa berbicara berkaitan dengan cara terbaik dalam berkomunikasi. Dalam berbicara, kita dapat mencapai tujuan yang tepat dan diinginkan dari sebuah percakapan.

    Namun, dalam berbicara, ada aturannya. Janganlah berbicara kecuali dengan baik, jika itu menyakiti orang lain, tahanlah.

    Baca juga:  Momentum Hari Guru, Imam Muslih Sebut Pentingnya Kontribusi Guru

    “Tahan sekiranya pembicaraan tersebut tidak bermanfaat. Kalau merasa beriman kepada Sang Pencipta, maka jagalah kebaikan dalam berlisan dan katakanlah yang baik. Jika tak mampu berkata baik, maka sebaiknya diam,” kata Ustaz Adi Hidayat.

    Ustaz Adi Hidayat menyampaikan, manusia juga mesti menjaga pandangannya. Jika tidak mampu memandang dengan baik, maka palingkanlah pandangan tersebut. Dengarlah yang baik. Jika tidak mampu mendengar yang baik, palingkanlah pendengaran.

    “Itulah muslim yang sejati. Yang selalu berusaha untuk menata aktivitas berbicara yang baik dengan bingkai rida Allah,” ungkapnya.

    Baca juga:  Buka Pendidikan SMA Taruna Kasuari, Ini Harapan Kapok Sahli Pangdam Kasuari untuk para Siswa

    Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bagaimana agar pandangan mendapatkan rida Allah. Bagaimana agar perkataan mendapatkan rida Allah. Oleh karena itu, jagalah lisan dan berbicaralah dengan perkataan yang baik.

    Diam adalah sikap bijaksana dalam berbicara. Dengan diam, seseorang dapat menghindari perkataan yang merugikan dan menyakiti orang lain. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, perlu mengingat pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan baik sesuai ajaran agama Islam. (*/Red)

    Catatan: Naskah ditulis Mei Lina Puspita Sari, mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, sebagai tugas ujian akhir semester.

    Latest articles

    Panen Raya di Waraitama, Pemkab Bintuni Target Buka 100 Hektare Lahan...

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menargetkan pembukaan 100 hektare lahan sawah baru sebagai bagian dari program 100 hari...

    More like this

    Unipa Cetak 240 Lulusan Baru, Rektor: Siap Bangun SDM Papua

    MANOKWARI, LinkPapua.com - Universitas Papua (Unipa) kembali mencetak 240 lulusan baru yang siap berkontribusi...

    STIH Manokwari Siap Bertransformasi Jadi Institut Hukum dan Pembangunan

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari bersiap melakukan transformasi besar dengan...

    PT GAG Nikel Perkuat Pendidikan Geologi Pertambangan di SMKN 1 Sorong

    SORONG, LinkPapua.com - PT GAG Nikel semakin memperkuat pendidikan kejuruan di bidang geologi pertambangan...