BINTUNI, Linkpapua.com – BP Tangguh menyesalkan sikap Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni yang mengancam akan menutup Bandara Babo karena kekecewaan mereka pada CSTS. BP Tangguh menilai menilai langkah itu berlebihan.
“BP menyayangkan tindakan Perusahaan Daerah Maju Mandiri yang berniat
menutup Bandara Babo untuk menunjukkan kekecewaannya. Kami percaya bahwa apapun masalah dan persoalan yang muncul, penyelesaian melalui dialog dan komunikasi adalah yang terbaik untuk semua pihak,” ujar Desy Unidjaja, Head of Communication & Advocacy BP Indonesia dalam keterangannya yang diterima linkpapua.com, Minggu (2/5/2021).
Menurut Desy, penyelesaian masalah ini harus dengan duduk bersama. Bukan dengan tekanan atau ancaman.

Pihaknya sendiri lanjut Desy, dalam berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan yang ada, akan tetap
mengedepankan cara-cara dialog atau konsultasi yang bermartabat.

“Kami senantiasa menolak cara-cara kekerasan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Sebelumnya Direktur Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni, Max Samaduda melontarkan kekecewaan CSTS yang terkesan mengabaikan kontrak. Menurut Max, selama kontrak dengan CSTS yang berjalan hampir 3 tahun tagihan utang sekitar Rp 2 miliar belum dibayarkan.
Max mengancam akan melakukan pemalangan Bandara di Distrik Babo, Distrik Bintuni.
“Besok Sabtu atau Senin rencana kami juga akan menyebrang ke Distrik Babo, kami akan melakukan pemalangan bandara, saya sudah membuat surat ke Polres melalui kuasa hukum, surat pemberitahuan bahwa besok hari Sabtu kami akan melakukan pemalangan bandara di Distik Babo, Distrik Bintuni,” urai Max.
Menurutnya, ini dilakukan karena komunikasi yang coba dibangun sejak satu bulan lalu dengan pihak CSTS tidak mendapat respons yang baik.
Menanggapi hal itu, Desy memaparkan bahwa CSTS sebagai kontraktor utama proyek Tangguh Train 3 pada hari
Jumat 30 April 2021 telah melakukan penyelesaian pembayaran penagihan kontrak pekerjaan senilai Rp 1,4 miliar kepada Perusda. (LP5/red)






