25.5 C
Manokwari
Jumat, April 4, 2025
25.5 C
Manokwari
More

    BP Tangguh Jawab Perusda Maju Mandiri: Mari Dialog, Bukan Mengancam

    Published on

    BINTUNI, Linkpapua.com – BP Tangguh menyesalkan sikap Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni yang mengancam akan menutup Bandara Babo karena kekecewaan mereka pada CSTS. BP Tangguh menilai menilai langkah itu berlebihan.

    “BP menyayangkan tindakan Perusahaan Daerah Maju Mandiri yang berniat
    menutup Bandara Babo untuk menunjukkan kekecewaannya. Kami percaya bahwa apapun masalah dan persoalan yang muncul, penyelesaian melalui dialog dan komunikasi adalah yang terbaik untuk semua pihak,” ujar Desy Unidjaja, Head of Communication & Advocacy BP Indonesia dalam keterangannya yang diterima linkpapua.com, Minggu (2/5/2021).

    Baca juga:  Terungkap Fakta Baru Pembobolan Brankas Bawaslu Teluk Bintuni, SR Diduga tak Sendiri

    Menurut Desy, penyelesaian masalah ini harus dengan duduk bersama. Bukan dengan tekanan atau ancaman.

    Pihaknya sendiri lanjut Desy, dalam berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan yang ada, akan tetap
    mengedepankan cara-cara dialog atau konsultasi yang bermartabat.

    “Kami senantiasa menolak cara-cara kekerasan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

    Sebelumnya Direktur Perusda Maju Mandiri Teluk Bintuni, Max Samaduda melontarkan kekecewaan CSTS yang terkesan mengabaikan kontrak. Menurut Max, selama kontrak dengan CSTS yang berjalan hampir 3 tahun tagihan utang sekitar Rp 2 miliar belum dibayarkan.

    Baca juga:  Masuk Prioritas, Hari ini 3 Raperda Uji Publik di DPRD Bintuni

    Max mengancam akan melakukan pemalangan Bandara di Distrik Babo, Distrik Bintuni.

    “Besok Sabtu atau Senin rencana kami juga akan menyebrang ke Distrik Babo, kami akan melakukan pemalangan bandara, saya sudah membuat surat ke Polres melalui kuasa hukum, surat pemberitahuan bahwa besok hari Sabtu kami akan melakukan pemalangan bandara di Distik Babo, Distrik Bintuni,” urai Max.

    Baca juga:  Massa NasDem Geruduk Bawaslu Bintuni, Buntut Penggelembungan Suara di Distrik Weriagar

    Menurutnya, ini dilakukan karena komunikasi yang coba dibangun sejak satu bulan lalu dengan pihak CSTS tidak mendapat respons yang baik.

    Menanggapi hal itu, Desy memaparkan bahwa CSTS sebagai kontraktor utama proyek Tangguh Train 3 pada hari
    Jumat 30 April 2021 telah melakukan penyelesaian pembayaran penagihan kontrak pekerjaan senilai Rp 1,4 miliar kepada Perusda. (LP5/red)

    Latest articles

    Gubernur Dominggus Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori GPdI Raharoi, Sumbang 200...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Pastori Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Raharoi, Kampung Bowi Subur,...

    More like this

    Banjir Rendam 2 Kampung di Teluk Bintuni, 20 KK Terdampak

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com — Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di Distrik Tuhiba, Kabupaten Teluk...

    Pawai Takbir Lebaran Idulfitri, Bupati Bintuni Ajak Warga Pererat Silaturahmi

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi...

    Bupati Teluk Bintuni Tinjau Distrik Tomu, Warga Keluhkan Rumah Tak Layak Huni

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Warga Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mengeluhkan kondisi...