Jumat, Oktober 22, 2021
25.8 C
Manokwari
25.8 C
Manokwari
Jumat, Oktober 22, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,120
Total Kematian
Updated on Friday, 22 October 2021, 10:36 10:36 am
15,594
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 22 October 2021, 10:36 10:36 am
4,237,834
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 22 October 2021, 10:36 10:36 am

Yuk, Ikut IMP 2021! EcoNusa Dorong Kaum Muda Jadi Peneliti di Papua

MANOKWARI, Linkpapua.com- Wilayah di timur Indonesia, terutama di tanah Papua, memiliki kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Membentang dari pegunungan hingga lautan, kekayaan keanekaragaman hayati Papua bahkan menduduki peringkat ketiga di kawasan tropis dunia setelah hutan Amazon dan Kongo.

Menurut Jurnal Nature 2020, Papua menggeser posisi Madagaskar sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati flora tertinggi di dunia.

Hal itu tak hanya membuat alam di Papua terus saja dieksploitasi, melainkan juga dieksplorasi melalui penelitian-penelitian baik dari segi sumber daya alamnya maupun budaya masyarakat adatnya.

Sayangnya, penelitian-penelitian tersebut tidak banyak menyisakan manfaat bagi masyarakat lokal. Padahal, penelitian sebagai kegiatan ilmiah memiliki peranan yang vital dalam perumusan kebijakan dan advokasi di berbagai sektor serta dalam menerapkan program pengembangan masyarakat.

Menjembatani hal tersebut, Yayasan EcoNusa melaksanakan program Kompetisi Ilmuwan Muda Papua (IMP). Program yang telah dilakukan sejak 2017 dan dilakukan bekerja sama dengan Balitbangda Papua Barat.

Tujuannya, untuk mengorganisir mahasiswa perguruan tinggi maupun swasta di Papua sebagai peneliti muda andal dan mampu melakukan penelitian mengenai pengelolaan sumber daya alam dan budaya di Papua.

Atas hal itu dilaksanakan webinar bertajuk Sosialisasi Ilmuwan Muda Papua 2021 yang diselenggarakan secara daring oleh Yayasan EcoNusa bekerja sama dengan Balitbangda Papua Barat, Sabtu (3/7/2021).

Ini untuk menyebarluaskan informasi dan menjaring mahasiswa-mahasiswi Papua dan Papua Barat mengirimkan proposal penelitiannya serta berkompetisi dalam Ilmuwan Muda Papua 2021.

Kepala Balitbangda Papua Barat, Prof. Charlie D. Heatubun, mengungkapkan jika dibandingkan dengan koleksi penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga, koleksi informasi dari penelitian di wilayah Papua dan Papua Barat terbilang masih sangat minim.

“Koleksi keanekaragaman hayatinya kita masih minim jika dibandingkan dengan informasi yang dihasilkan dari penelitian keanekaragaman hayati di negara tetangga kita Papua Nugini atau Australia yang jauh lebih terang benderang,” ungkapnya.

“Koleksi keanekaragaman hayati kita ini masih banyak yang belum diketahui, apa sih sebenarnya yang ada di daerah itu, apa koleksi kekayaan hayatinya, floranya, faunanya, budayanya, atau natural story-nya tapi wilayah itu sudah keburu dikaveling, ditebang, diambil kayunya, ditebang untuk land Clearing, diubah jadi lahan kelapa sawit. Dari segi ilmu pengetahuan, ini merupakan kerugian yang sangat besar,” tambahnya.

CEO EcoNusa, Bustar Maitar, mengungkapkan Program ini khusus mengajak anak-anak muda di Papua agar lebih kreatif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua itu sendiri.

“EcoNusa berharap program ini bisa berkontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia di tanah Papua dan secara langsung berkontribusi terhadap upaya pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

“Kita harus buktikan anak muda Papua tidak kalah dengan anak muda dari wilayah lain. Kita punya sumber daya alam melimpah, kita punya hutan yang luas, laut yang luas. Itu adalah modal kita untuk memajukan Tanah Papua sehingga pengelolaannya bisa kita lakukan sendiri secara bijaksana,” bebernya.

Pendaftaran Ilmuwan Muda Papua 2021 dibuka Juli 2021 dan rangkaian proses kegiatan dilakukan hingga Oktober 2021. Peserta yang lolos seleksi akan berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ilmuwan muda andal antara lain bootcamp riset pengelolaan sumber daya alam dan budaya Tanah Papua, bantuan teknis pelaksanaan pelatihan, mentoring dari peneliti senior, workshop science communication, dan seminar hasil penelitian di Jakarta.

Dalam webinar hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, S.Hut, M.Si. FLS (Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat), Prof. Jatna Supriatna, M.Sc, Ph.D (Dosen Universitas Indonesia), Rina Kusuma (Manager Program PYM), Ian Immanuel Homer, dan Yan Zakeus (Alumni IMP 2020). (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here