Jumat, Februari 3, 2023
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, Februari 3, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Waterpauw Respons Aksi Blokade di Kompleks Perumahan Gubernur: Tidak Elok

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw angkat bicara terkait aksi blokade jalan oleh masyarakat yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat di Kompleks Perumahan Gubernur Papua Barat di Susweni, Manokwari Timur. Waterpauw menilai aksi itu telah menimbulkan ketakutan di masyarakat.

“Sebenarnya persoalan ada di keterbukaan di antara keluarga pemilik hak ulayat tersebut. Pembayaran itu dilakukan bertahap. Itu sudah menjadi hak pemda karena sudah dilakukan pembayaran sejak gubernur Pak Bram dan Pak Dominggus. Memang masih ada sisa pembayaran, tetapi nilainya tidak besar,” ujar Waterpauw, Jumat (23/12/2022).

Pengunjuk rasa sebelumnya menuntut penyelesaian pembayaran lahan dari pemprov. Mereka lalu memblokade jalan.

Waterpauw menyayangkan aksi itu. Menurutnya, aspirasi seharusnya disampaikan dengan cara yang elok.

Baca juga:  Kendalikan Laju Inflasi, Pemprov Papua Barat Tuai Apresiasi Kemendagri

“Janganlah ada aksi-aksi palang begitu karena tidak elok. Itu cara-cara lama yang tidak seharusnya masih digunakan,” ketusnya.

Baca juga:  Waterpauw Sesalkan Pemalangan Kantor Gubernur: Ini Wibawa Pemerintah

Aksi blokade jalan dinilai Waterpauw telah menimbulkan kepanikan.

“Aksi tersebut justru membuat masyarakat panik dan ketakutan, terutama investor yang mau masuk ke daerah kita. Bagaimana mau ada investasi masuk kalau pakai pola-pola seperti ini,” ujarnya.

Baginya, yang terpenting adalah pola komunikasi dibangun. Selain itu, dia juga menyayangkan aksi blokade di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Barat.

“Untuk blokade di BKD, jika tidak dibuka maka akan kami buka secara paksa karena itu sudah sangat mengganggu. Berkaitan dengan aspirasi yang disampaikan itu sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat, tetapi memang sudah final hasilnya,” ungkapnya. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here