26.8 C
Manokwari
Selasa, Juli 23, 2024
26.8 C
Manokwari
More

    Tokoh Agama: Otsus Berkat Besar dari Tuhan Kepada Papua

    Published on

    Silas Papare,Linkpapuabarat.com- Tokoh agama Papua, Pendeta Albert Yoku meminta pelaksanaan otonomi khusus dievaluasi menyeluruh, agar dapat mensejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat.

    Menurutnya, evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur sehingga dapat mengukur pencapaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.

    “Jadi, menurut saya otsus perlu dievaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert dalam dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua” bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi yang diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare, Jumat (1/1/20).

    Baca juga:  Jokowi Instruksikan Tegas ke KKB, Yudo Segera Temui Tokoh Papua

    Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan.

    Berbeda halnya dengan misi keagamaan bahwa umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.

    “Jadi, kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.

    Pendeta Albert mengatakan, dengan skema otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi.

    Baca juga:  Aziz Syamsuddin: Pensiunan ASN dan TNI-POLRI Perlu Jeda 5 Tahun Sebelum Terjun ke Politik

    “Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” tuturnya.

    Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola otsus ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua.

    “Kalau seperti sekarang kita berikan otsus ke Papua kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah kemudian provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.

    Mantan ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya.

    Baca juga:  Presiden Jokowi Akan Resmikan Bandara di Asmat hingga Tinjau Ladang Jagung di Keerom

    “Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” kata Pendeta Albert.

    Dia mengibaratkan bahwa otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik.

    “Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau dievaluasi sangat penting,” jelas Pendeta Albert. (LPB2/red)

    Latest articles

    Polisi Sebut 24 TPS di Bintuni Sangat Rawan: Moskona-Wamesa Terbanyak

    0
    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Polres Teluk Bintuni menggelar sosialisasi kamtibmas menyongsong Pilkada 2024 di Gedung Andriano Ananta Mapolres Bintuni, Selasa (23/7/2024). Dalam sosialisasi ini, Polres...

    More like this

    RI Perkenalkan 135 Produk Indikasi Geografis di Jenewa, Ada Kopi hingga Hasil Laut

    JENEWA,linkpapua.com- Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan 135 produk indikasi geografis lokal pada Sidang...

    Lindungi Sumber Daya Genetik, Menkumham Teken Traktat Internasional di Jenewa

    JENEWA,linkpapua.com- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meneken traktat internasional tentang Sumber Daya...

    PWI Jalankan Sanksi DK Terkait Polemik Dana BUMN, 3 Pengurus Resmi Mundur

    JAKARTA, linkpapua.com- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Hendry Ch Bangun akhirnya menuntaskan pelaksanaan...