BINTUNI, Linkpapua.com- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Teluk Bintuni telah dibuka oleh Danrem 182/JO Kolonel Inf Yudha Medy Dharma Zafrul, Selasa (15/6/2021) kemarin. Aktivitas pengerjaan terus berlanjut.
Personel TNI yang berjibaku saling bahu membahu membangun kampung Idoor, Distrik Wamesa. Ikut memberi bantuan, masyarakat setempat yang terjun ke medan pengerjaan.
Pengerjaan pembangunan yang dilaksanakan di TMMD kali ini, adalah instalasi saluran air bersih, rumah hunian dan perkerasan jalan.

Antusiasme masyarakat tak bisa dibendung. Tangan-tangan ikhlas mereka untuk membangun kampungnya bersama TNI patut diacungi jempol.

Mengangkat kayu dari truk ke lokasi TMMD, hingga saling memberi semangat. Tak jarang diantara mereka saling bercanda melepas lelah.

Fery Adi, ketua tim pelaksana TMMD disambut antusias oleh warga kampung idoor. Warga kampung idoor merasa senang dengan kehadiran Dandim 1806 TB beserta anggota TNI yang melaksanakan TMMD.
Masyarakat kampung Idoor memgaku akan siap membantu dalam pelaksanaan kegiatan TMMD. Katanya, yang bisa jadi tukang bangunan, membantu pembuatan Rumah dan perluasan ruas jalan, serta membuat instalasi air bersih bersama-sama anggota TNI.
“Masyaakat kampung idoor juga berterima kasih kepada seluruh anggota TNI kodim 1806 Teluk Bintuni , karena berkat kehadiran mereka mayarakat kampung Idoor merasa sangat terbantu” Kata Fery.
Dandim 1806 teluk Bintuni Letkol Infantri Kadek Abriawan, selalu hadir di tengah -tengah mereka. Mengecek kekurangan bahan. Seperti kayu, pipa paralon, serta yang lainya, agar apa yang masih kurang untuk proses pembangunan di kampung Idoor berjalan dengan baik serta tepat waktu.
“ini tentunya untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang kadang tidak memungkinkan,seperti hujan, banjir, jadi pra TMMD dilakukan,saya juga berharap proses TMMD ini tidak ada halangan apapun sampai selesai nanti,” Ujat Dandim, Kadek Abriawan.
“Selain dengan menggunakan alat seadanya, tak memutus semangat para prajurit TNI yang juga dibantu oleh warga setempat untuk membangun wilayah yang boleh dikatakan cukup terisolir, dengan kategori 3 T, terjauh,tertinggal, dan terbelakang” katanya. (LP5/red)






