BINTUNI, Linkpapua.com – Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah di empat sekolah, Rabu (21/4/2021). Empat sekolah yang ditinjau adalah SMP Negeri 2 Bintuni, SMP Negeri terpadu, SMP Negeri 1 dan SMP Santa Monica.
Bupati menyampaikan sejumlah proyeksi usai melihat langsung kondisi sekolah. Ia menyebut akan memberi prioritas pada rehabilitasi bangunan secara bertahap.
“Saya rutin keliling saat ujian dilaksanakan sambil ngecek kekurangan. Sudah kesekian kalinya setiap penyelenggaraan ujian saya berkeliling dan ada persoalan-persoalan di sana. Kita akan bantu terutama soal sarana fisik,” terang Petrus.

Ketika melakukan kunjungan ke SMP Santa Monika, Petrus menjanjikan rehabilitasi bangunan sekolah dua lantai. Kata dia, rencana ini sebenarnya sudah ada sejak sejak mantan kepala dinas sebelumnya. Hanya saja pada 2020 terpaksa ditunda karena kondisi pandemi.

“Mudah-mudahan situasi pandemi Covid-19 ini tidak menjadi halangan agar rencana pembangunan tidak terkendala lagi,” jelasnya.

SMP Santa Monika adalah salah satu sekolah swasta yang dulu menampung anak-anak dari pedalaman, pesisir dan dari pegunungan. Sekolah ini menjadi alternarif karena dulu belum ada sekolah SMP di pedalaman.
“Dan kita berharap sekolah ini akan tetap eksis dalam rangka membantu pemerintah mencerdaskan generasi muda kita,” harap Petrus.
Bupati juga menanggapi permintaan dari Kepala Sekolah SMP Santa Monika bahwa semua guru honorer akan di-SK kan dengan SK bupati 6 bulan ke depan. Setelah itu akan ditinjau lagi.
Menurut Petrus, kebijakan ini berkaitan dengan sistem penggajian sesuai dengan SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) yang mengharuskan semua diatur kembali. Kata dia, bagi mereka yang masih ingin berkarya (mengajar) akan terima.
“Tapi kalau sudah ada yang mengundurkan diri karena ada pilihan pekerjaan lain, kita tidak bisa menghalangi mereka. Karena kita punya sistem dengan standar penggajian yang sudah ada , kalau ada yang tawar gaji lebih bagus pasti dia akan mencari yang lebih baik,” jelasnya.
Ketika disinggung soal anggaran pembangunan gedung sekolah SMP Santa Monika, Bupati mengatakan akan diajukan secepatnya. Jika pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, berarti akan dilakukan pembangunan secara bertahap.
Bupati menyampaikan sekolah ini juga merupakan kenangan baginya, karena setelah lulus dari SMA, ia juga pernah menjadi tenaga pengajar di sana. (LP5/red)






