BINTUNI, Linkpapua.com- Rumah Pastori GKI Bethesda Waraitama Klasis Teluk Bintuni, Distrik Menimeri, baru saja diresmikan dan ditahbiskan, Selasa (29/6/2021).
Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw diwakili Wakil Bupati, Matret Kokop SH, dalam sambutannya berharap tempat ini menjadi kediaman Kudus Allah, menjadi sarana pertumbuhan rohani jemaat, serta menjadi pusat pergerakan tri panggilan gereja, yakni bersaksi, bersekutu, dan melayani.
“Kiranya Yesus Kristus Tuhan, Sang Kepala Gereja dalam realitas kehidupan bergereja dan berjemaat, rumah tinggal pendeta atau yang biasa kita kenal dengan rumah pastori adalah sebuah hal yang esensial terutama dalam penata layanan jemaat dalam kerangka tri panggilan gereja,” tutur Matret.

Seperti akar, kata dia, pastori adalah rumah pergembalaan jemaat yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaat sekaligus menjadi rumah singgah yang terbuka bagi siapa saja yang memerlukan.

Rumah pastori juga menjadi tempat bagi pendeta jemaat untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga membawa dampak yang baik bagi peningkatan pelayanan jemaat. Pastori juga merupakan rumah doa bagi seluruh persoalan jemaat maupun bangsa.

“Dengan fungsi dan peran penting rumah pastori bagi perkembangan jemaat dan bangsa, maka saya mengucapkan penting sebagai bagian integral dari upaya meletakkan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah,” ucap Matret.
Sehubungan dengan hal tersebut, secara khusus dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas nama pemerintah daerah dengan partisipasi dan keikutsertaan GKI Bethesda Waraitama Klasis Teluk Bintuni sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan terutama dalam membina masyarakat.
“Pada kesempatan yang baik ini juga saya mengajak seluruh komponen GKI Klasis Teluk Bintuni baik para hamba Tuhan, barisan pelayan, serta seluruh jemaat agar terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Teluk Bintuni agar lebih baik ke depan.”
“Terutama dalam memperbaharui kualitas pendidikan dan pembinaan, mewujudkan pertumbuhan spiritualitas, kemandirian, kesejahteraan, perdamaian, dan kebersamaan baik sebagai gereja maupun sebagai masyarakat menuju masyarakat Teluk Bintuni yang maju, produktif, dan berdaya saing,” tutupnya. (LP5/red)






