25.1 C
Manokwari
Jumat, Februari 28, 2025
25.1 C
Manokwari
More

    Realisasi PIN Polio Pegunungan Arfak Terendah di Papua Barat 

    Published on

    MANOKWARI,Linkpapua.com – Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mencatat angka terendah dalam realisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Provinsi Papua Barat. Sejumlah faktor menjadi kendala dalam mempercepat cakupan PIN di daerah ini.

    Kepala Seksi Survelens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Papua Barat Owira Indow mengatakan, hingga saat ini di akhir putaran ke-3 PIN polio di Pegaf masih rendah. Ia menuturkan kendala yang dialami dalam melaksanakan imunisasi di antaranya, kondisi topografi daerah yang sulit dijangkau.

    “Walaupun kami sudah bekerja sama dengan Dinkes Pegaf kondisi daerah yang sulit, ditambah masyarakat yang sering ke Manokwari untuk bekerja/berdagang sehingga realisasi imunisasi di sana rendah,” ujar Owira saat workshop di Swiss-belhotel Manokwari, Kamis (24/10/2024).

    Selain topografi, kata Owira, kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya imunisasi, menjadi kendala tersendiri. Pihaknya terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait bahayanya virus polio.

    Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Ikuti Pemakaman Kepala Distrik Kramomongga di Fakfak

    “Salah satu upaya kami yaitu dengan menggelar workshop kepada tokoh-tokoh agama di Pegaf. Diharapkan nantinya mereka yang akan menyampaikan kepada jemaatnya terkait virus polio dan imunisasi polio,” jelasnya.

    Yang ketiga, Owira Indow mengatakan bahwa masyarakat masih takut dengan pandemi Covid 19 yang lalu. Trauma itu menjadikan masyarakat menolak jika anak mereka ingin dilakukan imunisasi polio.

    “Masyarakat berpikir bahwa petugas kesehatan datang ingin melakukan vaksin Covid. Hal ini juga menjadi tantangan yang besar bagi pihak kesehatan untuk memberikan pemahaman bahwa yang yang ingin diberikan adalah imunisasi polio pencegahan untuk virus polio yang jika menyerang anak usia 0-5 tahun akan mengakibatkan kelumpuhan permanen atau bahkan kematian,” tambah dia.

    Lebih lanjut, Owira menuturkan data progres cakupan PIN polio di Papua Barat yaitu Kaimana putaran 1 (P1 : 107,5), (P2 : 121,1%) dan (P3 : 58,9%). Teluk Bintuni (P1 : 104,6%), (P2 : 104,3%) dan (P3 : 46,5%). Teluk Wondama (P1 : 102,1%), (P2 : 89,0%) dan (P3 : 78,4%).

    Baca juga:  Banjir Kembali Terjang Distrik Ransiki, Meluas ke Sejumlah Kampung

    Selanjutnya ibukota provinsi Manokwari (P1 : 95,2%), (P2 : 87,6%) dan (P3 : 43,0%). Untuk Manokwari selatan (P1 : 97,5%), (P2 : 72,4%) dan (P3 : 12,1%). Kabupaten Fakfak (P1 :95, 0%), (P2 : 82,5%) dan (P3 : 40,2%). Serta pegunungan Arfak yaitu (P1 : 44,1%), (P2 :21, 5%) dan (P3 : 2,4%).

    “Sehingga total keseluruhan provinsi Papua Barat (P1 : 95,5%), (P2 : 87,8%) dan (P3 : 43,6%). Untuk putaran ke 3 akan berakhir di bulan Oktober ini. Maka dengan waktu tersisa ini kami akan memaksimalkan imunisasi polio agar dapat mengejar target diatas 95%,” paparnya.

    Ketua pelaksanaan Hendrik Marisan mengatakan bahwa dalam workshop akan disuguhkan materi mengenai virus polio. Sehingga memberikan pemahaman kepada peserta dan nantinya mereka akan memberitahukan kepada masyarakat lainnya di Pegaf.

    Ketua MU GPKAI Pilipus Manggaprouw menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh workshop ini. Selain menambah pengetahuan bagi tokoh-tokoh agama di Pegaf. Hal ini juga juga menjadi wadah dan sarana yang baik mengingat mereka adalah tokoh agama yang didengar oleh jemaatnya.

    Baca juga:  Sambut HUT ke-124, Pemkab Manokwari Targetkan Pengecoran Jalan Kelar di 5 Titik

    “Mengingat bahaya virus polio ini tentu berpengaruh pada generasi yang akan datang. Jika generasi penerus terserang virus ini, lumpuh tentunya kita akan kehilangan harapan kepada mereka,” ujarnya.

    Sekretaris Dinkes Pegaf Aser Toansiba mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan ini dan akan membantu realisasi pelaksanaan PIN polio di Pegaf.

    “Saya imbau kepada masyarakat Pegaf jika ada petugas kesehatan yang datang mereka ingin menyelamatkan anak-anak kita dengan memberikan imunisasi polio. Jadi kalian tidak perlu takut,” kata dia.

    Dalam workshop ini turut hadir perwakilan UNICEF Papua Barat Firmansyah. Sebagai organisasi Kesehatan UNICEF juga turun andil dalam pelaksanaan PIN polio ini. (LP14/red)

    Latest articles

    Swiss-Bel Hotel Manokwari Tawarkan Paket menarik selama Ramadhan

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com-Swiss-Belhotel Manokwari menyambut Ramadhan 1446 H dengan tema “Ramadhan Delight”. Promosi ini berlaku mulai hari pertama Ramadhan sampai dengan hari terakhir pada bulan...

    More like this

    Swiss-Bel Hotel Manokwari Tawarkan Paket menarik selama Ramadhan

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Swiss-Belhotel Manokwari menyambut Ramadhan 1446 H dengan tema “Ramadhan Delight”. Promosi ini berlaku...

    Kepala Daerah Diimbau Selesaikan Revisi RTRW untuk Dukung Iklim Investasi

    MAGELANG, Linkpapua.com-Keberadaan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berperan penting dalam mendukung iklim investasi...

    Pemda Diminta Jaga Harga dan Stok Bapok Jelang Ramadhan

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Jelang Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025, lonjakan permintaan sekaligus...