TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Untuk pertama kalinya, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bintuni, Papua Barat, menggabungkan pemberian remisi khusus Lebaran Idulfitri dengan Nyepi/Tahun Baru Saka 1947.
Kebijakan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni remisi Idulfitri biasanya diberikan setelah salat id. Penggabungan ini dilakukan sesuai dengan sistem yang kini diterapkan secara nasional.
Kepala Rutan Kelas IIB Bintuni, Hamka Abdullah, didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Ronal D Siregar, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan pemasyarakatan terbaru.

“Biasanya remisi Idulfitri disampaikan setelah salat id, tapi tahun ini digabung dengan remisi Nyepi,” ujar Hamka, Jumat (28/3/2025), sebelum penyerahan remisi.
Acara pembacaan remisi dilakukan secara daring melalui siaran dari Lapas Kelas IIB Cibinong. Kegiatan ini dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta diikuti seluruh lapas, rutan, dan LPKA di Indonesia.

Rincian Remisi Idulfitri 2025
Dari total 153 warga binaan di Rutan Kelas IIB Bintuni, sebanyak 56 orang beragama Islam. Namun, hanya 44 orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.
Besaran remisi yang diberikan sebagai berikut.
1 bulan 15 hari: 2 orang
1 bulan: 37 orang
15 hari: 5 orang
Menurut Hamka, jenis pidana penerima remisi terdiri atas sebagai berikut.
Pidana umum: 31 orang
Narkotika: 13 orang
Sementara itu, 12 warga binaan lainnya tidak memenuhi syarat karena masih berstatus tahanan, belum menjalani masa pidana minimal enam bulan, atau sedang menjalani pidana pengganti denda.
Remisi Khusus Nyepi 2025
Selain remisi Idulfitri, satu warga binaan beragama Hindu yang memenuhi syarat menerima remisi selama 1 bulan 15 hari. (LP5/red)






