25.7 C
Manokwari
Jumat, Juli 12, 2024
25.7 C
Manokwari
More

    Mesin PCR di RSUD Albert Wondama Alih Fungsi jadi Pendeteksi Virus HIV

    Published on

    WASIOR, linkpapua.com – Direktur RSUD DR Alberth Torey Kabupaten Teluk Wondama dr Yoce Kurniawan angkat bicara perihal nasib mesin PCR (polymerase chain reaction) untuk pemeriksaan Covid-19 pascapencabutan status pandemi. ​Yoce mengatakan, alat kesehatan (alkes) Covid-19 seperti mesin PCR masih tetap berfungsi sampai sekarang, namun sasarannya tidak lagi untuk pemeriksaan Covid-19.

    “Alat PCR masih tetap difungsikan. Salah satunya untuk memeriksa jumlah virus pada pasien HIV,” ungkap Yoce saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD Teluk Wondama di kantor DPRD di Isei, Kamis lalu.

    Baca juga:  Silaturahmi Pemda Fakfak, Ali Baham Motivasi dan Titip Pesan ke Alumni IPDN

    Pemkab Teluk Wondama diketahui membeli mesin PCR seharga Rp5 miliar pada 2020 untuk mempermudah pemeriksaan Covid-19. Dengan adanya mesin PCR maka sejak Maret 2021, pemeriksaan Covid-19 sudah bisa dilakukan di RSUD Teluk Wondama.

    Sebelumnya sampel swab harus dikirim ke RS Provinsi Papua Barat di Manokwari. Selain mesin PCR, lanjut mantan jubir Satgas Covid-19 Teluk Wondama ini, beberapa peralatan untuk penanganan pasien Covid-19 juga masih tetap dipakai sampai sekarang ini.

    Baca juga:  Fraksi Golkar DPRD Teluk Wondama Dukung Ketua Terpilih Ferry Auparay

    Antara lain ventilator atau alat bantu pernapasan yang dipakai untuk pasien di ruangan ICU (intensive care unit).

    “Jadi orang yang ga bisa nafas bisa kita bantu dengan alat bantu nafas yaitu ventilator. Jadi alkes Covid itu terpakai semua. Tidak mubazir karena kita beli yang bagus,“ ujar Ketua IDI Teluk Wondama ini.

    Baca juga:  Minim Fasilitas, DPRD Teluk Wondama Minta Pemkab Perhatikan SMP Negeri Roon

    dr Yoce menambahkan, keberadaan mesin PCR yang sekarang ini difungsikan untuk pemeriksaan virus HIV membuat RSUD DR Alberth Torey kini menjadi rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan HIV/AIDS di Provinsi Papua Barat.
    “Sehingga Wondama dijadikan pusat rujukan (HIV/AIDS) Manokwari Raya yakni (kabupaten) Manokwari, Bintuni, Manokwari Selatan, Pegaf (Pegunungan Arfak), Kaimana dan Fakfak. Jadi pusat rujukannya di Wondama karena alat Covid tadi, “papar Yoce. (Rex/LP) 

    Latest articles

    Selamat! Derek Ampnir Raih Gelar Doktor Lingkungan Hidup di Unipa

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Plt Kepala Disnakertrans Papua Barat Derek Ampnir berhasil menjalani ujian promosi doktor jurusan...

    More like this

    Raih 5 Champions-6 Emas di Ajang Pesparawi, Hermus Puji Kontingen Manokwari

    MANOKWARI,Linkpapua.com - Bupati Manokwari Hermus Indou menerima kontingen Manokwari yang baru saja kembali dari...

    Terima Rekomendasi Demokrat, DoaMu: Kami Siap Menangkan Pilgub Papua Barat

    JAKARTA,linkpapua.com- Dominggus Mandacan - Mohammad Lakotani (DoaMu) resmi menerima rekomendasi dari Partai Demokrat untuk...

    Serahkan Hewan Kurban ke Lapas Manokwari, ini Pesan Ali Baham

    MANOKWAR, Linkpapua.com - Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere menyerahkan bantuan hewan kurban...