Selasa, Januari 31, 2023
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Selasa, Januari 31, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Mahasiswa Protes Rencana PLN Ambil Alih Kantor UPTD PPA Manokwari

MANOKWARI, linkpapua.com- Puluhan mahasiswa dari sejumlah organisasi dan kampus di Manokwari berunjuk rasa di kantor Bupati Manokwari, Jumat (9/12/2022).

Mereka mengecam rencana pengalihan Kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menjadi Kantor PLN.

“Kami mendapat informasi bahwa kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan anak akan dialihkan menjadi kantor PLN. Ini maksudnya apa, apakah perlindungan perempuan dan anak tidak dianggap penting oleh pemda. Sehingga kantornya harus dialihkan,” ujar salah satu orator.

Pengunjuk rasa juga mengkritisi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Manokwari. Mereka mempertanyakan keseriusan pemda dalam mengatasi persoalan tersebut.

Bupati Manokwari Hermus Indou yang menemui pengunjuk rasa mengungkapkan, pemda terus berupaya membangun di segala sektor. Termasuk di dalamnya pemberdayaan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga:  Lelang Jabatan Pemkab Manokwari Dimulai, Hermus: Tak Ada 'KKN'

Berkaitan dengan rencana pemindahan kantor UPTD, Hermus menjelaskan bahwa itu tidak lepas dari rencana pengembangan kawasan terbuka bagi masyarakat di areal lapangan Borarsi. Sehingga sejumlah kantor pemerintah termasuk kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga terkena imbasnya.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Proyeksi Setiap Tahun 200 Rumah di Pelosok Teraliri Listrik

“Dampak pengembangan Borarsi memang kantor PLN juga terdampak. Sehingga sebagai gantinya kita siapkan kantor UPTD itu agar bisa ditempat oleh PLN sementara waktu. Kita harus akui bahwa listrik juga menjadi kebutuhan penting sehingga tidak bisa diabaikan,” beber Hermus.

Pihaknya berjanji akan mencarikan lokasi yang baru untuk digunakan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Usai mendengarkan penjelasan dari bupati, mahasiswa selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here