Selasa, Januari 31, 2023
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Selasa, Januari 31, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Komisi III Beberkan Dampak Terbentuknya Provinsi PBD: APBD Papua Barat akan Turun

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sumber pendapatan Provinsi Papua Barat akan menurun drastis seiring resminya Papua Barat Daya menjadi provinsi tersendiri.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPR Papua Barat, Mugiyono, usai hearing dengan Bapenda Papua Barat, Senin (12/12/2022), di salah satu hotel di Manokwari.

“Kita ada 9 UPT, 4 berada di Papua Barat Daya dan 5 ada di Papua Barat. Tapi, 4 UPT ini pendapatannya lebih besar,” kata Mugiyono.

Politisi PKS ini mengaku tidak mengetahui berapa persen selisih pendapatan Papua Barat dengan Papua Barat Daya. Namun, dia menyebut potensi pendapatan lebih besar Papua Barat Daya.

Selain berdampak pada pendapatan daerah, pemekaran Papua Barat Daya juga akan berdampak pada menurunnya besaran APBD Papua Barat.

Baca juga:  DPR Papua Barat: Pemekaran Aspirasi Rakyat, Sudah Seharusnya Diproses
Baca juga:  DPR Papua Barat Sudah Hasilkan 23 Produk Hukum Sepanjang 2021

“Memang pajak terbesar kita masih dari pajak kendaraan. Namun, mobilisasi kendaraan terbanyak kita, yakni di wilayah Sorong,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pendapatan Papua Barat pada 2022 ini sudah tercapai sekitar 90 persen. Namun, masih banyak pajak kendaraan yang belum membayar, terutama pajak kendaraan milik pemerintah.

“Banyak potensi yang belum membayar, terutama pajak kendaraan. Pajak kendaraan provinsi sudah, namun ada beberapa kabupaten/kota belum menyetor,” bebernya.

Dia berharap Papua Barat menggali lagi potensi pendapatan yang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah. (LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here