27.3 C
Manokwari
Rabu, Mei 29, 2024
27.3 C
Manokwari
More

    Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sosialisasi Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi 2021

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com- Kodam XVIII/Kasuari menggelar sosialisasi Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi 2021. Kegiatan berlangsung di Makodam XVIII/Kasuari Manokwari, Kamis (28/10/2021).

    Sosialisasi dilaksanakan tim dari Mabesad yang dipimpin oleh Brigjen TNI Bedali Harefa dan Staf Ahli Kasad. Turut hadir Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

    Dalam sambutannya, Pangdam mengatakan Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi merupakan doktrin tertinggi di lingkungan TNI AD yang menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan di dalam pembinaan postur TNI AD.

    “Doktrin TNI AD merupakan landasan agar dapat digunakan dalam OMP dan OMSP dan saat ini dititikberatkan pada bidang tempur dan pembinaan teritorial,” ucapnya.

    Baca juga:  Kodam Kasuari Gandeng Pers-Tokoh Pemuda Deklarasi Pemilu Damai

    Ia menambahkan beberapa pertimbangan yang menjadi landasan dalam penyusunan Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi. Yaitu untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks, dan dinamis di antaranya perkembangan lingkungan strategis.

    Hal tersebut mencakup pergeseran paradigma ancaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), perubahan tantangan tugas TNI AD, serta peraturan perundang-undangan.

    “Saya berharap agar para Dansat dan para perwira semuanya harus mengerti hal ini, terkait kebijakan-kebijakan baru dalam rangka menghadapi ancaman ke depan yang merujuk kepada Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (Tridek),” ucapnya.

    Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Hadiri Rakor Bersama Menteri PPN, ini 2 Isu Strategis yang Dibahas

    Setelah memahami, para prajurit juga diharapkan mampu mengoptimalkan peran, tugas dan fungsi TNI AD sesuai amanat Undang-Undang. Sekaligus menjadi pedoman bagi doktrin pada strata operasional dan taktis di lingkungan TNI AD.

    Sementara itu, dalam sambutan Dankodiklatad, Letjen TNI AM Putranto yang dibacakan ketua tim menjelaskan bahwa doktrin disusun dari teori dan pengalaman. Bukan dari produk hukum.

    “Doktin berisi prinsip-prinsip dasar yang dapat dijadikan panduan atau pedoman dalam mengoperasionalkan kekuatan militer. Dimana dalam pelaksanaannya memerlukan penyesuaian dihadapkan pada situasi dan kondisi yang berlaku. Oleh karena itu penggunaan doktrin harus fleksibel,” ucap Dankodiklat.

    Baca juga:  Warga Distrik Ransiki Mansel Diduga Meninggal Akibat Vaksin, Warga Tutup Akses Utama Ransiki

    Latar belakang perlu adanya sosialisasi doktrin ini antara lain adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang begitu cepat serta perkembangan alutsista yang semakin modern.

    “Selain itu juga adanya pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat yang diharapkan dapat menjadi organisasi pembelajaran sehingga kedepan organisasi TNI Angkatan Darat akan lebih profesional modern dan adaptif,” ungkapnya.

    Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat Kodam XVIII/Kasuari dan para Dansat jajaran Kodam XVIII/Kasuari secara langsung dan virtual dari tempat masing-masing. (LP2/red)

    Latest articles

    Kemenkumham Raih Penghargaan Digital Government Awards SPBE Summit 2024

    0
    JAKARTA, LinkPapua.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali meraih penghargaan Digital Government Awards dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024. Kemenkumham dinobatkan...

    More like this

    Kemenkumham Raih Penghargaan Digital Government Awards SPBE Summit 2024

    JAKARTA, LinkPapua.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali meraih penghargaan Digital Government Awards...

    Pembangunan Dermaga Tofoi Teluk Bintuni Capai 99%, Peresmian Dijadwalkan 6 Juni

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com - Dermaga Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Tofoi,...

    Penerimaan Bintara Polri dan Akpol Tahun 2024 Masuki Tahap Akhir

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Proses seleksi Polda Papua Barat memasuki tahap akhir. Dari 8.000 peserta di...