BINTUNI, Linkpapua.com- Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans R Irawan mengingatkan masyarakat bahaya paham radikalisme yang bisa tumbuh tanpa disadari. Menurutnya, ideologi radikal bukan diajarkan orang perorang secara langsung, tapi menyebar secara masif melalui media sosial.
“Sejauh ini kita belum melihat ada paham radikalisme di Kabupaten Teluk Bintuni. Namun Masyarakat harus terus waspada karena ini bisa masuk dari berbagai media sosial,” terang Kapolres, Rabu (5/5/2021).
Kata Hans, seseorang yang memiliki jiwa yang labil biasanya mudah dipengaruhi oleh paham baru. Termasuk paham paham radikal. Propaganda ini juga dominan menyasar anak anak muda.

Karenanya, untuk mengantisipasi masuknya radikalisme di Kabupaten Teluk Bintuni, dibutuhkan peran semua elemen. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga orang tua.

Selanjutnya harus ada sikap proaktif dari masyarakat. Masyarakat lanjut Hans harus melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di sekitarnya.

“Kalau ada terlihat hal- hal yang radikal laporkan segera, kita berupaya bersama-sama untuk menindaklanjuti. Karena ini memang membutuhkan kepekaan kita bersama,” katanya.
Lebih jauh Hans, paham radikal ini dibawa oleh kelompok tertentu. Mereka bukan mewakili agama tertentu. Misi mereka adalah merusak tatanan di masyarakat.
“Semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan tidak ada agama yang mengajarkan tentang keburukan, hal tersebut yang perlu dibangun oleh masyarakat Teluk Bintuni” pungkas Hans. (LP5/red)






