25.5 C
Manokwari
Sabtu, Juni 15, 2024
25.5 C
Manokwari
More

    Inspiratif! LPPM Unipa ‘Sulap’ Minyak Goreng Bekas Jadi Solar

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua menyulap minyak goreng bekas menjadi bahan bakar solar. Terobosan ini menerapkan teknologi produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan melibatkan 3 peneliti.

    Hasilnya kemudian diterapkan di tengah masyarakat Kampung Mokwam, Distrik Masni, sebuah wilayah yang berada di bibir Pasifik, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari pusat kota.

    “Melalui terobosan ini kami juga berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat lewat pelatihan dan pendampingan. Fokusnya tentang cara produksi biodiesel yang baik dan benar serta berkualitas agar sesuai standar SNI biodiesel,” jelas salah satu tim peneliti, Wilson Palelingan Aman, kepada wartawan, Selasa (19/12) di Manokwari.

    Baca juga:  Urusan Pekerjaan di Jakarta, Polres Manokwari Urung Periksa Rektor Unipa

    “Di sisi lain ini mengubah cara pandang masyarakat. Selama ini minyak goreng bekas atau jelantah hanya dianggap limbah. Padahal dapat diolah menjadi biodiesel pengganti solar,” katanya.

    Tim dari universitas Papua antara lain, Dr Ir Budi Santoso MP, Dr Murtiningrum STP MSi dan Wilson Palelingan Aman STP MSi. Juga melibatkan mitra dari masyarakat pelaku usaha di kampung tersebut sebagai penerima manfaat kegiatan.

    Baca juga:  2022, Laporan Penganiayaan Jadi Kasus Dominan di Unit PPA Polres Manokwari

    Peranan masyarakat dalam hal ini adalah menerapkan teknologi produksi yang dikembangkan di Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua.

    Kapasitas produksi biodiesel dari kegiatan ini sebanyak 16 liter minyak jelantah per proses. Dari jumlah tersebut dapat diperoleh sekitar 10 liter biodiesel dengan waktu per proses sekitar 3 Jam.

    Baca juga:  Atur Ulang Peredaran Miras, Pemkab Manokwari Gandeng Unipa

    Selanjutnya biodiesel yang dihasilkan dianalisis dan diuji coba pada mesin diesel yang digunakan oleh masyarakat setempat.

    Menurut Wilson, keberhasilan penerapan di Mokwam, dapat menjadi contoh dan direplikasi di daerah-daerah lain di Manokwari. Apalagi dampak yang dapat diperoleh pelaku UMKM adalah meningkatnya kapasitas produksi, serta mampu menekan biaya produksi melalui subtitusi bahan bakar. Masalah dampak lingkungan dari limbah minyak goreng juga teratasi. (*/red)

    Latest articles

    Ditlantas Polda Papua Barat Raih Penghargaan di 2 Kategori

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com-Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat meraih prestasi dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Tahun 2024. Rakernis digelar tanggal 12-14...

    30 Caleg Terpilih Ditetapkan KPU Manokwari

    More like this

    Ditlantas Polda Papua Barat Raih Penghargaan di 2 Kategori

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat meraih prestasi dalam Rapat Kerja Teknis...

    Pemprov PB Rancang Sekolah Ramah Anak-Gender, Dimulai dari SMA Unggulan

    MANOKWARI, Linkpapua.com - Biro Kesra Pemprov Papua Barat bersama otoritas terkait tengah merancang sebuah...

    30 Caleg Terpilih Ditetapkan KPU Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Sebanyak 30 calon anggota legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 resmi ditetapkan sebagai...