26.9 C
Manokwari
Jumat, April 19, 2024
26.9 C
Manokwari
More

    Dugaan Pencemaran PT Medco, DLH Minta Limbah tak Dilepas ke Drainase

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Manokwari meminta PT Medco membuat kanal baru agar limbah tak dilepas ke drainase. Pelepasan limbah diduga menjadi penyebab rusaknya areal persawahan warga.

    Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati DLH Manokwari Yohanes Ada Lebang mengatakan, pihaknya sudah meminta PT Medco agar tidak ada limpahan air ke drainase. Perusahaan diminta menghindari risiko meski pencemaran.

    “Saran kami supaya tidak ada lagi air limpahan yang masuk ke drainase dan tidak sampai ke lahan sawah. Kalau tidak mengalir ke sawah pasti tidak akan jadi masalah,” ujar Yohanes, Jumat (22/4/2022).

    Baca juga:  Nataniel Mandacan Ungkap Perjalanan Panjang 33 Tahun di Birokrasi

    Menurutnya, alternatif satu satunya adalah perusahaan harus membuat kanal baru. Kanal ini berfungsi menjadi areal pelepasan air limbah dari Medco.

    Dijelaskan Yohanes, pada tahun 2020 DLH sudah pernah mengambil sampel di aliran drainase di SP 9 dan Sp 10. Jika saat ini tim kerja DPRD Manokwari akan melibatkan DLH untuk pengambilan sampel maka DLH siap untuk ikut turun lapangan.

    Baca juga:  Siap-siap! Papua Barat-PBD akan Dilanda Kemarau Hingga November

    “Pengambilan sampel bisa dilakukan dua tahun sekali. Jika masalah sampel dua tahun lalu kita sudah mengambil sampel. Jika tim kerja DPRD Manokwari ingin melibatkan DLH maka kami siap,” tuturnya.

    Dia mengaku pengambilan sampel dua tahun sekali dilakukan karena keterbatasan anggaran di dinas. Pengambilan sampel tidak bisa dilakukan secara berkala setiap tahunnya.

    “Namun jika ada laporan dari masyarakat ke DLH maka dinas akan turun lapangan,” ucapnya.

    Baca juga:  Curi Motor di Teras Bengkel, Satreskrim Polres Teluk Bintuni Tangkap Dua Tersangka

    Soal kondisi air yang hitam menurut Yohanes, belum tentu itu merupakan pencemaran. Bisa jadi hal tersebut malah menyuburkan tanaman.

    Disinggung mengenai aliran deras, ia menjelaskan, itu karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Kondisi itu mengakibatkan meluapnya aliran drainase.

    “Karena curah hujan yang tinggi dari hulu ke hilir. Kita kemarin juga minta harus dilakukan normalisasi kali, namun masih ada kendala dan kalau ada pencemaran ini terjadi tidak ada unsur kesengajaan,” tandasnya.(LP9/Red)

    Latest articles

    Yayasan Kasih Rumbai Koteka Apresiasi Dukungan Kapolda PB di Bidang Pendidikan

    0
    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Kasih Rumbai Koteka Yohanis Manibui, mengapresiasi dukungan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Jhonny E...

    More like this

    Yayasan Kasih Rumbai Koteka Apresiasi Dukungan Kapolda PB di Bidang Pendidikan

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Kasih Rumbai Koteka Yohanis...

    Hadirkan Kesejahteraan, Bupati Hendrik Mambor Harap Jaga Kebersamaan dan Toleransi

    WASIOR, linkpapua.com– Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor mengatakan, Teluk Wondama adalah rumah bersama. Semua...

    Bupati Mambor: “Wondama Uta Wiate” Bukan Sekadar Slogan, ini Komitmen

    WASIOR, linkpapua.com- Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor mengatakan, 'Wondama Uta Wiate' yang menjadi tema...