Sabtu, Juli 31, 2021
27.5 C
Manokwari
27.5 C
Manokwari
Sabtu, Juli 31, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

92,311
Total Kematian
Updated on Saturday, 31 July 2021, 08:30 8:30 am
549,343
Total Kasus Aktif
Updated on Saturday, 31 July 2021, 08:30 8:30 am
3,372,374
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Saturday, 31 July 2021, 08:30 8:30 am

dr. Christina: Lansia Rentan Stres, tapi Bisa Produktif dan jadi Motivator

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com РKoordinator Bidang PPKS mewakili Kepala BKKBN Papua Barat dr Christina menjadi pembicara pada orientasi pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia, di Balai Kampung Waseki Pop, 30 Maret 2021. Christina memaparkan banyak hal tentang kehidupan lansia.

Ia berbicara mengenai kerentanan dan produktivitas. Orientasi ini diikuti kader-kader BKL/Bina Keluarga Lansia sebanyak 23 orang.

Dijelaskan, perkembangan hidup manusia dimulai dari konsep bayi, anak-anak, remaja dan kemudian masa tua/lanjut usia. Menjadi lansia adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari oleh siapapun.

“Proses menjadi lanjut usia selalu ditandai dengan kemunduran fungsi-fungsi organ yang dapat menimbulkan masalah/gangguan yang akan banyak mempengaruhi kegiatan/aktifitas sehari-sehari,” katanya.

Batasan umur orang lanjut usia (berumur 60 tahun (UU Nomor 13 Tahun 1998) dan 60-74 tahun /WHO. Dalam usia lanjut ini terkadang lansia gagal mempertahankan keseimbangan terhadap kesehatan dan cenderung menghadapi kondisi stress psikologis.

Kata dia, juga mengalami daya kemampuan untuk hidup. Lansia tanggung adalah upaya meskipun telah berusia 60 tahun ke atas lansia produktif.

“Tidak mudah memang menjadi lansia tetap tangguh, apalagi dengan keterbatasan aktivitas, cara berfikir, tingkat emosional dan intelegensia dan masalah-masalah lainnya. Agar lansia ini tetap produktif lansia juga bisa menjadi motivator untuk berbagai program, seperti kegiatan remaja, anak atau pasangan muda itu bisa didapat dari para lansia ini, karena mereka sudah berpengalaman,” jelas Christina.

Menurutnya, karena seperti kita ketahui bersama bahwa para lansia ini pernah muda dan melakukan banyak hal untuk pembangunan dan untuk keluarga . Sebagai bagian dari keluarga, kegiatan kita pada hari ini, yaitu: orientasi pendampingan perawatan jangka bagi lansia tangguh penting dilaksanakan sehingga kader.

Christina menyebut ada 7 dimensi lansia. Meliputi aspek: dimensi spritual, lansia bisa belajar untuk menerima keadaan bahwa menerima keadaan bahwa ia mengalami perubahan fisik dan psikis saat menjadi lansia.

“Dimensi spiritual bisa diperkuat dengan mendekatkan diri dalam kegiatan rohani. Dengan begitu, lansia bisa lebih tawakal dan lebih wise, unsur intelektual lansia perlu terus dilatih dan terus diajak berfikir agar otak lansia jadi aktif terus,” jelasnya.

Dimensi Hobi: melakukan aktifitas sesuai Hobi sangat penting untuk dilakukan para lansia. Lalu dimensi kesehatan fisik: para lansia biasanya sudah mengalami penurunan kesehatan fisik sehingga harus selalu mengajak pada lansia tetap beraktivitas fisik.

“Dan juga dimensi vokasional. Di mana lansia biasanya memiliki keahlian tertentu, seperti yang ahli membuat anyaman, ahli menulis atau mengajar. Dengan mengembangkan keahlian, para lansia akan merasa bangga dengan tetap eksis atas keahlian di masyarakat,” papar Christina.

Selanjutnya dimensi sosial. Lansia cenderung menyendiri sehingga dengan mengembangkan diri maka lansia bisa bergaul dan bisa bergaul dan memiliki banyak teman seusianya.

“Jadi kalau lansia mau reuni, atau arisan, biarkan saja. Kalau dilarang dan diomelin melulu, mereka bisa merasa terpuruk. Dimensi lingkungan penting sekali memiliki lingkungan yang ramah lansia,” katanya.

Ada beberapa lansia yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mereka membutuhkan beberapa alat bantu dalam bergerak. Diharapkan lewat kegiatan ini kata Christina, dapat meningkatkan pengetahuan pendamping lansia agar kegiatan bina keluarga lansia dapat berjalan dengan baik dan terutama lansia tetap memiliki kesehatan yang baik. (LPB2/red)

Latest news