MANOKWARI, Linkpapuabarat.com- DPRD Manokwari Kritik Mekanisme Musrenbang: Suara RT Terlewati
MANOKWARI – Wakil Ketua DPRD Manokwari Norman Tambunan mengkritisi pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang tidak dilakukan dari tingkat bawah, RT. Akibatnya banyak program mendasar yang tidak terakomodir.
“Ini ada beberapa proses yang dilewati, misalnya rembuk di tingkat RT dan musrenbang kelurahan. Lalu usulan-usulan dari distrik yang disampaikan tidak sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat karena ada yang dilewati,” ungkap Norman saat menghadiri musrenbang Distrik Manokwari Barat, Rabu (24/3/2021).

Dikatakan politisi Golkar tersebut, pemda perlu memaparkan program apa saja yang diusulkan pada musrenbang tahun 2020 yang sudah terakomodir di APBD 2021. Ini penting agar tidak ada pengusulan ganda.

“Banyak prioritas kebutuhan masyarakat sehingga harus dijelaskan mana yang sudah terakomodir di APBD mana yang belum. Sehingga di tingkat kelurahan di fix-kan dulu baru naik ke distrik selanjutnya dibuat berita acara lalu disampaikan ke DPRD. Kalau begitu bisa dikawal bersama-sama,” jelasnya.

Sejumlah program prioritas menurut dia seperti air bersih, rumah, peningkatan SDM, pendidikan dan kesehatan perlu mendapatkan perhatian. Ini harus datang dari aspirasi di struktur masyarakat bawah agar program itu benar benar merata di semua tingkatan.
Karena itu kata Norman, mekanisme pelaksanaan musrenbang harus dilakukan berjenjang dari tingkat RT. Ini bukan sekadar bagaimana terserapnya aspirasi. Tapi juga mengedukasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan. (LPB3/red)






