BINTUNI, Linkpapua.com – Simon Dowansiba mencetuskan hadirnya SMA Negeri 2 di Distrik Menimeri. Ketua DPRD Teluk Bintuni ini telah memulai perjuangan itu sejak lama dan ia berharap bisa diwujudkan secepatnya.
“Saya melihat dari banyak sisi jauhnya SMA Negeri 1 Bintuni, yang ditempuh oleh anak-anak yang ingin menempuh pendidikan menjadi pertimbangan mendesaknya sekolah ini. Ini menjadi kebutuhan pendidikan,” ujar Simon, Selasa (11/5/2021).
Menurutnya, SMA satu satunya saat ini yang paling dekat adalah SMA Negeri 1. Namun jarak sekolah ini juga masih terbilang jauh untuk dijangkau. Karena berada di Kilometer 5 Distrik Bintuni.

“Ini menimbulkan kekhawatiran orang tua setiap saat. Anak anak pergi sekolah dengan menempuh jarak yang cukup jauh,” katanya.

Dikatakan Simon, banyak dampak yang muncul akibat jarak yang terlalu jauh. Pertama seringkali terlambat sampai di sekolah. Belum lagi makin padatnya jumlah kendaraan di Kabupaten Teluk Bintuni menimbulkan kekhawatiran orang tua setiap saat.

“Karena itu kami berjuang agar bisa menghadirkan sekolah di sini. Saya selaku orang tua dan perwakilan dari rakyat sudah berjuang dan sepakat untuk membangun sekolah di Distrik Menimeri,” jelasnya.
Simon mengaku sudah menyiapkan lokasi di Kampung Idhut dan Rubobo seluas 4 hektar. Lokasi ini adalah lahan milik masyarakat yang diserahkan untuk dibangun sekolah.
“Masyarakat sudah menyerahkan tanah 4 hektar ini kepada saya. Sekarang lagi proses adminitrasi. Cuma ini fasenya cukup panjang. Harus bupati, dinas pendidikan, lingkungan hidup, pendidikan provinsi dan gubernur. Saya sampaikan bahwa ini mendesak. Ini demi generasi pelanjut kita,” jelas simon
Simon juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Bintuni agar memfasilitasi prosesnya ke Dinas Pendidikan Papua Barat.
“Saya berharap gubernur segera meninjau lokasi yang disediakan oleh masyarakat. Kita ingin sekolah ini segera dibangun agar anak-anak kami tidak jauh dalam menempuh pendidikan,” imbuhnya. (LP5/red)






