MANOKWARI, Linkpapua.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari baru-baru ini menerima kunjungan Komisi IX DPR RI. Di hadapan Komisi IX, BPOM Manokwari memaparkan sejumlah capaian prioritas.
“Dalam kunjungan tersebut kami memaparkan tentang proses pengawasan vaksin Covid-19. Sebagai instansi yang terkait, BPOM termasuk bertanggung jawab dalam pengawasan mutu dari vaksin tersebut agar kualitasnya tetap sesuai standar dan tidak rusak. Pengawasan yang dilakukan BPOM hingga vaksin itu diberikan kepada masyarakat,” ujar Kepala BPOM Manokwari Musthofa Anwari di kantornya pada Selasa (22/2/2022).
Dia menyampaikan, hingga saat ini belum ada dampak kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun pengawasan terus berlanjut.

Selain itu, untuk pengawasan terhadap produk UMKM yang diajukan oleh masyarakat, BPOM Manokwari telah melakukan pendampingan. Terutama soal sertifikasi produk.

“BPOM membantu dalam pendampingan masyarakat yang mengajukan sertifikasi produknya bahkan sampai ke perizinannya ke PTSP,” jelasnya.

Beberapa pendampingan produk yang terealisasi di antaranya pembuatan balsem dari buah pala di Fakfak, produksi cokelat di Manokwari Selatan dan beberapa produk lainnya. Menurut Musthofa, proses pendampingan juga bagian dari edukasi.
Musthofa menjelaskan, sebagai mitra dari Komisi IX DPR RI, BPOM juga memilki sejumlah program yang akan dilaksanakan ke depannya. Di antaranya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di beberapa kabupaten/kota di Papua Barat.
“Ini salah satu program penting kita sebagai tugas dan fungsi dari BPOM,” imbuhnya. (LP3/Red)






