MANOKWARI,Linkpapua.com- Satgas Pangan Polda Papua Barat mengakui belum menemukan penimbunan bahan pangan sejak memasuki Ramadhan. Hasil monitoring, stok dan harga pangan masih relatif stabil.
Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan bahan makanan jelang Idul Fitri. Kenaikan harga pangan di awal Ramadhan dinilai masih normal.
“Tidak ada kelangkaan bahan pangan. Stok di pasaran mencukupi. Sehingga harga relatif stabil,” terang Romylus usai memantau pasar murah di Borarsi Manokwari, Kamis (6/5/2021).
Penimbunan biasanya dilakukan para spekulan. Praktik ini terjadi di hari-hari besar keagamaan. Saat kebutuhan akan bahan pangan meningkat.
Biasanya mereka menahan stok di distributor. Akibatnya terjadi gejolak harga. Saat itulah mereka mulai mendistribusi barang dengan harga tinggi.
Romylus menegaskan, pemantauan terus dilakukan agar spekulan bisa dicegah. Kata dia, Satgas akan menindak tegas jika ada pedagang atau distributor sengaja melakukan penimbunan bahan makanan untuk memanipulasi harga.
“Kami dari Satgas Pangan terus bekerja secara maksimal. Jika ada yang mencoba melakukan penimbunan maka sudah pasti akan ditindak sesuai dengan prosedur hukum,” tegasnya.
Romylus juga mengatakan, saat ini sangat rentan terjadi gejolak. Karena situasi ekonomi yang terdampak pandemi.
“Kita berharap masyarakat mendapatkan harga pangan yang terjangkau, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang tentu berdampak pada perekonomian warga. Dengan bahan makanan yang tersedia dengan harga terjangkau dapat terbentuk ketahanan pangan di masyarakat,” pungkas Romylus. (LP3/Red)





