oleh

Bikin Bangga! 25 Putra Bintuni Tembus Perusahaan Migas di Batam

BINTUNI, Linkpapua.com – Program pengembangan sumber daya manusia di Teluk Bintuni dinilai berjalan lebih baik. Terbukti, tahun ini Pusat Pelatihan Teknik Industri Minyak dan Gas (P2TIM) berhasil meloloskan 25 alumninya bekerja di perusahaan migas di Batam.

Lengkapnya lagi 25 orang ini kesemuanya adalah putra asli Teluk Bintuni. Mereka datang dengan berbagai keahlian.

Lolosnya putra-putra Bintuni ini tak lepas dari program dan visi misi pasangan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop. Melalui visi-misinya “Terwujudnya Kabupaten Teluk Bintuni yang Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing”, Kasihiw-Matret terus mendorong P2TIM mencetak SDM lokal yang bisa menembus pasar dunia.

Lewat program ini, SDM anak-anak Papua, khususnya di Teluk Bintuni dipersiapkan untuk bukan hanya bersaing di LNG Tangguh tetapi juga untuk dapat bekerja di luar bumi Papua.

25 lulusan P2TIM Teluk Bintuni itu terdiri dari 16 orang yang diterima bekerja di PT Sembawang Manufacture Off-Shore dan Equlpment (SMOE) serta PT Siemens Batam. Kemudian setelah itu ada penambahan sebanyak 9 orang.

Direktur dari Petrotekno selaku pengelola P2TIM, Hendra, kepada media ini melalui siaran persnya, Minggu (16/5/2021) mengatakan, total 25 lulusan itu terdiri dari Scaffolder 21 orang, kemudian Rigger 2 orang dan Electrical 2 orang.

“25 anak asli Teluk Bintuni jebolan P2TIM telah diterima untuk dipekerjakan di beberapa perusahan kontraktor migas pada daerah indonesia yang berbatasan dengan Singapura,” jelas Hendra.

Lebih lanjut dijelaskan Hendra, bahwa 25 anak-anak Papua ini telah mengikuti semua prosedur penerimaan dari perusahaan-perusahan tersebut. Dan ternyata mereka diterima bahkan mereka dipuji karena memang skill mereka telah sesuai dengan kebutuhan di perusahaan-perusahaan tersebut.

“Jadi kenapa mereka dipuji, karena tidak hanya memiliki sertifikat internasional dan nasional, namun juga skill dan pengetahuan mereka sangat bagus sehingga ini merupakan sebuah nilai lebih terutama jika dibandingkan dengan para pencari kerja yang lain,” pungkasnya.

Batam saat ini sedang sibuk dengan kegiatan konstruksi fasilitas migas. Menyambut kebutuhan tersebut, pihak P2TIM berusaha terus untuk mempromosikan semua lulusan mereka untuk dapat bekerja di jaringan perusahaan migas.

“Tentunya menjadi harapan bagi kita semua, agar anak-anak dari Papua bisa lebih mengambil peran aktif dalam menggerakkan roda perekonomian terutama di Papua di sektor-sektor konstruksi ataupun migas,” pungkasnya. (LP2/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini