YOGYAKARTA, LinkPapua.com – Perkumpulan Perempuan Arfak (PPA) Papua Barat melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan batik tulis sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi kreatif yang akan dijalankan pada 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal PPA dalam merancang batik khas Papua Barat yang mengusung identitas budaya perempuan Arfak.
Rombongan PPA Papua Barat yang dipimpin langsung Ketua Indrayanti Mandacan bersama jajaran pengurus berangkat dari Manokwaro, Jumat (4/4/2025), dan rencana kembali pada Minggu (6/4/2025). Setibanya di Yokyakarta, rombongan PPA Papua Barat dijemput Keluarga Pdt Sadrakh Simbiak.
Turut serta dalam kunjungan ini penasihat PPA Papua Barat, Tresya A Mandacan, yang aktif mendampingi jalannya pelatihan selama di Yogyakarta.

“Kita harus punya karya dan ciri khas sendiri yang bisa kita tonjolkan sebagai Perkumpulan Perempuan Arfak sebagai tuan rumah di Manokwari dan Papua Barat,” ujar Indrayanti.

Selama pelatihan, para peserta dari PPA mendapatkan materi lengkap mulai dari sejarah batik, filosofi motif-motif batik tradisional, teknik menggambar pola, hingga praktik membatik menggunakan canting dan malam. Mereka juga diajak mengunjungi beberapa sentra batik untuk melihat langsung proses produksi skala rumahan maupun industri kecil.

PPA Papua Barat juga menggali informasi mengenai manajemen usaha batik, termasuk strategi pemasaran dan pengemasan produk, yang diharapkan dapat diterapkan ketika program ini dikembangkan di Papua Barat.
Menurut Indrayanti, PPA Papua Barat tidak hanya ingin belajar membatik, tetapi juga bagaimana menjadikannya sebagai sumber ekonomi baru bagi perempuan Arfak di masa depan.
Sementara itu, Tresya menambahkan bahwa rencana jangka panjang dari pelatihan ini adalah menciptakan batik tulis khas Arfak yang mengangkat simbol-simbol lokal Papua Barat. Dia optimistis batik khas Papua Barat akan memiliki daya tarik tersendiri, tidak hanya secara budaya, tetapi juga dari sisi nilai ekonomi.
Dia juga berharap ke depan pelatihan seperti ini dapat direplikasi di daerah asal dengan mendatangkan pelatih dari Yogyakarta atau melalui kerja sama berkelanjutan.
Deretan Program PPA Papua Barat 2025
PPA Papua Barat menyiapkan sejumlah program strategis sepanjang 2025 ini. Ketua PPA Papua Barat, Indrayanti, menegaskan bahwa program-program ini bukan hanya agenda rutin, melainkan upaya memperkuat identitas dan kebersamaan organisasi.
Beberapa program yang telah dirancang antara lain Musyawarah Besar (Mubes), sayembara pembuatan logo, mars, dan himne PPA Papua Barat. Selain itu, akan ada kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Wondama, peringatan HUT ke-14 PPA Papua Barat, serta perayaan Natal bersama.
“Yang menarik sayembara logo, himne, dan mars PPA Papua Barat sengaja saya programkan agar ada sesuatu yang dikenang selama saya memimpin perkumpulan ini. Ada ciri khas dari PPA Papua Barat yang akan selalu diingat lewat logo, himne, dan marsnya,” beber Indrayanti.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama menjalankan tugas, termasuk keluarga dan para pengurus PPA yang setia mendampingi setiap program kerja.
“Saya bersyukur selama menjalankan tugas banyak mendapat dukungan suami, anak-anak saya, orang tua, dan saudara-saudara serta pengurus yang tetap setia mendampingi dalam melaksanakan setiap progran kerja,” ucapnya. (LP14/red)






