24.5 C
Manokwari
Jumat, Juli 19, 2024
24.5 C
Manokwari
More

    Anak-anak di Sinak Papua Belajar Lagi, Terima Kasih “Om Rider”

    Published on

    MANOKWARI,Linkpapuabarat.com- Proses belajar-mengajar di seluruh penjuru tanah air, ikut terdampak Covid-19. Alternatif belajar ala virtual memang sedang berlangsung, tetapi tidak untuk daerah pedalaman di Papua.

    Salah satu contoh di kabupaten Puncak Jaya, provinsi Papua, tepatnya beberapa kampung di distrik Sinak. Sejumlah anak sekolah akhirnya bisa kembali belajar saat personil Satgas Raider 500/Sikatan mengajar dari rumah ke rumah.

    Dansatgas PAM Rahwan Kabupaten Puncak Jaya, Letkol Inf. Yoki Malinton S.H. Tr.(Han) mengatakan belajar daring tidak relevan bagi anak-anak di pedalaman Papua.

    Baca juga:  Mendag Lutfi Pastikan Pasokan dan Harga Bapok Aman Jelang Lebaran

    “Kondisi geografis cukup menyulitkan hubungan antara satu kampung ke kampung yang lain. Jangankan internet, listrik saja susah, bahkan ada kampung yang sama sekali tidak dialiri listrik,” bebernya, Jumat (18/12/20).

    Melalui rilis tertulis, ia mengaku akses internet sangat sulit, bahkan untuk mengirim pesan lewat SMS saja bisa terkirim dalam kurun waktu dua hari.

    Ia mencontohkan kampung Gigobak yang benar-benar nyaris terisolasi. Jangan berangan jauh soal sekolah daring (internet), beberapa anak ke sekolah bahkan masih bertelanjang kaki.

    “Banyak sekali kekurangan, tak jarang kita temui anak SMP atau SMA yang belum mahir membaca. Makanya kami turun ke rumah di kampung-kampung sekaligus mengajar anak-anak,” terangnya.

    Baca juga:  Penggurus Mappilu PWI Masa Bakti 2020 -2025 Resmi Diumumkan

    Pendidikan, lanjut dia sangat penting untuk anak-anak di pedalaman Papua. Sering kali pemahaman diberikan kepada para orang tua, agar anaknya tidak selalu harus ikut berburu dan bermalam di hutan tetapi mereka tinggal untuk belajar.

    Kepala Distrik Sinak, Petrus kogoya berterimakasih kepada prajurit Rider yang peduli dan mau mengajar anak-anak seadanya di kampung.

    “Sebenarnya ada sekolah tetapi kadang tidak ada guru. Yang menetap mengabdi di tempat itu guru yang ada hati untuk anak-anak, yang lain tinggal di kota dan hanya datang saat ada ujian,” pungkasnya.

    Baca juga:  Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak Tulis Puisi untuk Presiden RI Terpilih

    “Banyak guru-guru dan kepala sekolah yang tidak hadir. Sekolah hanya sebatas bangunan. Pemandangan ini banyak sekali dapat disaksikan di sebagian besar sekolah di sebagian besar kampung. Hanya guru dan kepala sekolah yang memiliki hati yang memilih untuk tetap tinggal, sisanya mereka kebanyakan berada di kota dan hanya akan datang ketika ujian,”Pungkas pak Distrik. (LPB1/red)

    Latest articles

    Polda Papua Barat Terjunkan Ratusan Personel dalam Operasi Mantap Praja Mansinam...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com- Dalam operasi Mantap Praja Mansinam I, Polda Papua Barat akan mengirimkan personelnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD). Operasi...

    More like this

    RI Perkenalkan 135 Produk Indikasi Geografis di Jenewa, Ada Kopi hingga Hasil Laut

    JENEWA,linkpapua.com- Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan 135 produk indikasi geografis lokal pada Sidang...

    Lindungi Sumber Daya Genetik, Menkumham Teken Traktat Internasional di Jenewa

    JENEWA,linkpapua.com- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meneken traktat internasional tentang Sumber Daya...

    PWI Jalankan Sanksi DK Terkait Polemik Dana BUMN, 3 Pengurus Resmi Mundur

    JAKARTA, linkpapua.com- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Hendry Ch Bangun akhirnya menuntaskan pelaksanaan...