MANOKWARI, LinkPapua.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV, Selasa (29/11/2022). Musda digelar dengan agenda utama pemilihan ketua periode 2022-2027.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengatakan musda juga untuk merumuskan berbagai kebijakan dan evaluasi program kerja.
“Dalam kepengurusan dapat dilihat hasil kerjanya yang terpenting adalah satukan tekad dan komitmen dalam menata organisasi. Dalam kepengurusan ini memang kita menghadapi masa Covid-19 yang memiliki dampak terhadap program kerja. Namun, meskipun begitu kita masih dapat berkontribusi terhadap masyarakat,” kata Lakotani.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kwarnas, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar, mengungkapkan seluruh pihak harus waspada terhadap Covid-19. Meskipun begitu, di tengah pandemi Covid-19 Pramuka tetap melaksanakan kegiatan.

“Agenda musda sangat penting yang digelar setiap lima tahun. Ketua Kwarda hanya bisa memimpin dua kali. Dalam mekanisme pemilihan ketua tentunya harus dipilih orang yang memiliki latar belakang yang tepat. Yang terpenting adalah mengedepankan Tri Satya Pramuka serta dilakukan musyawarah mufakat,” ujarnya.

“Kita ini organisasi yang beretika. Setiap penyampaian harus dilakukan dengan sopan. Selain memilih ketua adalah merencanakan program kerja yang benar-benar menyentuh langsung hingga ke gugus depan karena di situlah roh Pramuka. Yang juga penting adalah peningkatan wawasan pembina,” imbuhnya.
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, yang juga merupakan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Gerakan Pramuka Papua Barat diwakili Ataf Ahli Gubernur, A.M. Fatwa, mengatakan gerakan Pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda untuk membentuk karakter yang baik.
‘”Gerakan Pramuka juga sebagai wahana pembinaan mental dan ketrampilan. Dalam organisasi forum musyawarah untuk menentukan tujuan. Dalam penyusunan program juga dapat dirumuskan sesuai dengan kondisi. Perlu juga dilakukan evaluasi agar dapat mengukur sejauh mana capaian maupun kendala yang dihadapi,” tuturnya. (LP3/Red)






