Jumat, Agustus 12, 2022
28.1 C
Manokwari
28.1 C
Manokwari
Jumat, Agustus 12, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Tingkatkan Profesionalisme, Wartawan Papua Barat Ikut Uji Kompetensi

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sebanyak 36 wartawan di Provinsi Papua Barat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan(UKW) yang diselenggarakan Dewan Pers bekerja sama lembaga uji Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS). UKW dilaksanakan di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (4/8/2022).

Anggota Dewan Pers Bidang Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi, Atmaji Sapto Anggoro, menyebut bahwa tahun ini Dewan Pers menargetkan 1.700 wartawan bisa mengikuti UKW. Akan tetapi, setelah dihitung ternyata belum mencapai angka tersebut karena ada yang tidak lulus.

“Berarti UKW-nya tidak asal-asalan. Itu menunjukkan bahwa keseriusan UKW-nya di uji dengan teori dan hal-hal yang berkaitan dengan kode etik jurnalistik secara benar,” Sapto.

Dikatakan Sapto, UKW adalah salah satu langkah penting Dewan Pers dalam upaya meningkatkan profesionalisme wartawan. Karena dengan semakin tingginya tingkatkan pendidikan masyarakat, maka mereka juga membutuhkan informasi yang berkualitas.

Koordinator PWI Pusat yang juga anggota Dewan Kehormatan PWI, Asro Kamal Rokan, pada kesempatan tersebut mengingatkan bahwa pengabdian pers adalah untuk kepentingan masyarakat. “Pembelaan kita sebesar-sebesarnya adalah kepada rakyat,” ucap Asro.

Koordinator LPDS, Priyambodo, menyampaikan bahwa UKW ajang pembuktian, apakah yang bersangkutan benar-benar wartawan kompeten atau bukan.

Baca juga:  Konferensi V PWI Sorong Raya, LJ: Pers Ujung Tombak Informasi
Baca juga:  Ketua PWI Teluk Bintuni: Masyarakat Mesti Paham dan Hargai Tugas Jurnalis

“Dan UKW ini belum selesai. Jika ada wartawan yang melakukan pelanggaran berat, maka kartu UKW-nya bisa dicabut. Jujur saja LPDS ada empat alumni dari Papua yang kita cabut. Karena terlibat dalam kerusuhan dan terlibat dalam provokasi pemberitaan,” jelasnya.

Sementara, Ketua PWI Papua Barat, Bustam, mengatakan UKW menjadi semangat bersama melahirkan wartawan yang kompeten agar bisa menjalankan kode etik dan UU Pers dengan benar.

“Ketika teman-teman sudah dikatakan kompeten melalui UKW ini, diharapkan tidak berpraktek di luar pers karena kami tidak segan untuk melaporkannya kepada Dewan Pers untuk mencabut kartu kompetensinya,” tegas Bustam.

Bustam berharap di Papua Barat semakin banyak wartawan yang kompeten. PWI sendiri, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia pers di Papua Barat. “Kita ingin pers kita sehat, bisa menghasilkan karya-karya pers terbaik untuk masyarakat,” harapnya.

Diketahui peserta yang terdiri dari 36 orang ini terbagi menjadi 6 kelas, yakni 1 kelas utama, 1 kelas madya, dan 4 kelas muda. (*/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here