28.5 C
Manokwari
Rabu, Agustus 14, 2024
28.5 C
Manokwari

Search for an article

More

    Lindungi Sumber Daya Genetik, Menkumham Teken Traktat Internasional di Jenewa

    Published on

    JENEWA,linkpapua.com- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meneken traktat internasional tentang Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional atau World Intellectual Property Organization (WIPO) Treaty on Genetic Resources, Traditional Knowledge (GRTK), di Jenewa, Senin (08/07/2024). Yasonna mengatakan, penandatanganan WIPO Treaty on GRATK merupakan langkah strategis Indonesia untuk melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional.

    Indonesia akan mengadopsi WIPO Treaty on GRATK dan menyelaraskan peraturan di Indonesia melalui revisi Undang-undang tentang paten nantinya.

    “Penandatanganan traktat ini merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Kerja sama dengan WIPO akan memperkuat posisi Indonesia di mata internasional,” ucap Yasonna.

    Ia menyebutkan WIPO Treaty on GRATK menolong Indonesia dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas sistem paten terkait sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Traktat ini juga mencegah pemberian paten secara keliru kepada penemuan atau inovasi yang tidak memenuhi kriteria.

    “WIPO Treaty on GRATK bertujuan mencegah pemberian paten secara keliru kepada penemuan yang tidak baru terkait dengan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional,” ujarnya.

    Yasonna meyakini penandatanganan WIPO Treaty on GRATK akan membawa dampak positif bagi Kementerian Hukum dan HAM, serta masyarakat Indonesia secara luas.

    Adapun penandatanganan dilakukan oleh Yasonna dalam pertemuan bilateral bersama Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang. Selain penandatanganan traktat, pertemuan bilateral juga membahas pengembangan IP Academy di Indonesia dan kerja sama peningkatan kapasitas SDM di bidang Kekayaan Intelektual.

    Daren bahkan menyebutkan bahwa WIPO akan mengirimkan stafnya untuk melakukan on the job training (OJT) di Indonesia.

    “Indonesia akan menjadi negara percontohan di mana WIPO akan mengirimkan stafnya untuk melakukan on the job training di Indonesia,” jelas Darren.

    Sebagai informasi, Menteri Hukum dan HAM bersama para delegasi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss untuk menghadiri sesi ke-65 Sidang Majelis Umum WIPO yang diselenggarakan pada tanggal 9-17 Juli 2024. (*/red)

    Latest articles

    Pemkab Mansel Liburkan Sekolah Hingga 18 Agustus, Buntut Aksi Protes CPNS

    0
    RANSIKI,Linkpapua.com - Pemkab Manokwari Selatan menghentikan aktivitas belajar seluruh sekolah di Distrik Ransiki, mulai Rabu hari ini hingga 18 Agustus mendatang. Penghentian proses belajar...

    More like this

    Pemkab Mansel Liburkan Sekolah Hingga 18 Agustus, Buntut Aksi Protes CPNS

    RANSIKI,Linkpapua.com - Pemkab Manokwari Selatan menghentikan aktivitas belajar seluruh sekolah di Distrik Ransiki, mulai...

    HERO Resmi Dideklarasikan, Siap Daftar 28 Agustus di KPU Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Bakal Calon Bupati Hermus Indou secara resmi menyampaikan Mugiyono sebagai bakal calon...

    Owor Minta Pemprov PB Ajukan Penambahan Kuota BBM Subsidi

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor meminta pemerintah daerah mengajukan penambahan kuota...
    Exit mobile version